Kuliah, Kerja Paruh Waktu, hingga Karier di Korea Selatan, Ini Peluang untuk Anak Batam

President Jeonju Vision College, Woo Byung-hun berbincang dengan Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat audiensi Traverse Edu bersama delegasi Jeonju Vision College di Kantor Wali Kota Batam, Senin (27/7). Foto. MC Batam.
banner 120x600
banner 468x60

berita1.id, Batam – Generasi muda Batam berpeluang menempuh pendidikan vokasi di Korea Selatan melalui program beasiswa yang juga membuka kesempatan kuliah sambil bekerja paruh waktu hingga penempatan kerja setelah lulus. Peluang itu mengemuka dalam penjajakan kerja sama antara Pemerintah Kota Batam dengan Jeonju Vision College, Korea Selatan.

Kerja sama tersebut dibahas saat Wali Kota Batam Amsakar Achmad menerima audiensi Traverse Edu bersama delegasi Jeonju Vision College di Kantor Wali Kota Batam, Senin (27/7).

banner 325x300

Pertemuan itu menjadi langkah awal membangun kolaborasi internasional di bidang pendidikan vokasi guna menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Batam yang mampu memenuhi kebutuhan industri, baik di dalam maupun luar negeri.

President Jeonju Vision College, Woo Byung-hun, mengatakan kampusnya telah lama menerima mahasiswa asal Indonesia dan menerapkan kurikulum yang disusun sesuai kebutuhan dunia industri.

Program yang ditawarkan tidak hanya berupa beasiswa pendidikan, tetapi juga kesempatan bekerja paruh waktu selama masa studi, pelatihan bahasa Korea, hingga dukungan penempatan kerja setelah lulus.

Melihat perkembangan industri di Batam yang sangat pesat, pihaknya menyiapkan kuota sekitar 20 hingga 30 peserta dari Batam untuk mengikuti program tersebut.

“Kami ingin memberikan kesempatan kepada putra-putri Batam untuk belajar di Korea Selatan melalui program beasiswa, kuliah sambil bekerja paruh waktu, mendapatkan pelatihan bahasa, hingga dipersiapkan agar dapat bekerja secara profesional setelah lulus. Kami berharap program ini juga mendukung perkembangan industri di Batam melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Woo.

Menurutnya, Jeonju Vision College memiliki sekitar 3.000 mahasiswa dari berbagai negara. Kampus tersebut mengembangkan pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan dunia industri, mulai dari bidang perkapalan, mesin, otomotif, hingga energi baru terbarukan seperti energi angin dan tenaga surya.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyambut positif penjajakan kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi internasional di bidang pendidikan menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas SDM Batam agar mampu bersaing di pasar kerja global.

“Kami menyambut baik setiap bentuk kolaborasi yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Batam membutuhkan tenaga kerja yang kompeten agar mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang,” kata Amsakar.

Ia menjelaskan, Batam memiliki posisi strategis sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone/FTZ) yang berbatasan langsung dengan Singapura. Selain itu, Batam juga memiliki empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yakni KEK Nongsa Digital Park, KEK Batam Aero Technic, KEK Tanjung Sauh, dan KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam.

Menurut Amsakar, pertumbuhan investasi yang terus meningkat membuat kebutuhan tenaga kerja berkualitas semakin besar. Saat ini Batam memiliki sekitar 31 kawasan industri dan 135 galangan kapal yang menjadi penggerak utama sektor manufaktur dan maritim.

“Potensi industri Batam sangat besar. Karena itu, kami membutuhkan tenaga kerja yang benar-benar siap memasuki dunia kerja. Saya meyakini Jeonju Vision College dapat menjadi salah satu mitra strategis dalam mencetak SDM unggul yang sesuai dengan kebutuhan industri di Batam,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah sektor yang diproyeksikan membutuhkan tenaga kerja terampil dalam beberapa tahun mendatang, di antaranya industri galangan kapal, teknologi informasi (IT), pusat data (data center), maintenance, repair and overhaul (MRO) pesawat, serta energi baru dan terbarukan.

“Sektor-sektor tersebut merupakan potensi besar Batam pada masa mendatang. Karena itu, peningkatan kompetensi generasi muda menjadi sangat penting agar mampu bersaing di tingkat internasional,” tambahnya.

Apabila kerja sama ini terealisasi, generasi muda Batam tidak hanya memperoleh akses pendidikan vokasi bertaraf internasional, tetapi juga kesempatan membangun pengalaman kerja di Korea Selatan. Di sisi lain, Batam diharapkan memiliki lebih banyak tenaga kerja terampil yang siap mengisi kebutuhan industri yang terus tumbuh. (*)

banner 325x300
Carousels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *