berita1.id, Batam – Langkah Polda Kepri dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kawasan Kampung Aceh atau Kampung Madani, Batam, mendapat apresiasi dari Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Anti Narkoba dan Zat Adiktif Nasional (DPD GARNIZUN) Kota Batam. Dalam pelaksanaan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang dilakukan pada Minggu (6/9) itu, sebanyak 114 orang diamankan oleh petugas untuk menjalani pemeriksaan dan proses lebih lanjut.
Penindakan terhadap pengedar maupun pengguna narkoba dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan dan masa depan masyarakat, khususnya generasi muda yang tinggal di kawasan tersebut.
“Kami tentu mengapresiasi langkah kepolisian. Ini menunjukkan bahwa pemberantasan narkoba harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Jangan sampai kawasan ini kembali dicap sebagai tempat peredaran narkoba,” ujar Ketua DPD GARNIZUN Kota Batam, Habibi.
Baca Juga: 114 Orang Diamankan dalam Razia Polda Kepri di Kampung Madani, 108 Positif Narkoba
Habibi berharap upaya pemberantasan narkoba tidak berhenti pada penangkapan para pelaku. Menurutnya, penanganan juga perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga keluarga.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak takut memberikan informasi kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan peredaran narkoba.
Menurutnya, persoalan narkoba bukan hanya masalah kepolisian, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Lingkungan yang bersih dari narkoba, kata dia, akan memberikan rasa aman sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
“Kami berharap setelah penindakan ini ada pembinaan dan pengawasan yang terus dilakukan. Masyarakat juga harus ikut menjaga lingkungan. Kalau ada aktivitas mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwajib,” katanya.
Ia menambahkan, penindakan terhadap pengedar harus menjadi prioritas karena keberadaan bandar dan jaringan narkoba dapat merusak generasi muda serta menimbulkan berbagai persoalan sosial dan keamanan.
Di sisi lain, masyarakat diharapkan tidak memberikan stigma terhadap warga yang ingin berubah dan meninggalkan penyalahgunaan narkoba. Upaya pencegahan dan rehabilitasi dinilai tetap penting agar pengguna dapat kembali menjalani kehidupan secara normal dan produktif.
Ia menilai perhatian pemerintah terhadap kualitas generasi muda harus berjalan secara menyeluruh. Program pembangunan sumber daya manusia, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), menurutnya, harus berjalan beriringan dengan upaya menciptakan lingkungan yang aman dan terbebas dari ancaman narkoba.
“Apa gunanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan gizi yang sehat dan berkualitas, jika di sisi lain narkoba masih dibiarkan merusak generasi bangsa?. Untuk itu mari bersama-sama kita perang melawan narkoba,” katanya.
Habibi menegaskan, membangun generasi Indonesia yang sehat tidak hanya dapat diukur dari terpenuhinya kebutuhan pangan dan gizi. Generasi yang sehat juga harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, mendapatkan pendidikan yang baik, memiliki karakter kuat, serta terlindungi dari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan mereka.
Menurutnya, narkoba merupakan salah satu ancaman serius yang harus mendapatkan perhatian bersama. Pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, keluarga, hingga masyarakat luas memiliki peran masing-masing dalam mencegah semakin luasnya penyalahgunaan narkotika.
“Pemberantasan narkoba harus menjadi bagian penting dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Yang paling penting lagi bagaimana kawasan ini ke depan benar-benar bisa menjadi lingkungan yang aman, nyaman dan bebas dari narkoba. Kami siap mendukung langkah pemerintah dan aparat,” pungkasnya. (*)



















