berita1.id, Batam – Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang, Selasa (14/7). Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana sekaligus mendukung percepatan pelaksanaan salah satu program prioritas nasional di bidang pendidikan.
Saat ini, pembangunan sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 18,5 hektare tersebut memasuki tahap awal berupa pembersihan lahan yang berada di atas Hak Pengelolaan Lahan (HPL) BP Batam. Tahap ini menjadi fondasi sebelum pekerjaan konstruksi memasuki fase berikutnya.
“BP Batam terus melakukan pengawasan terhadap program prioritas nasional ini agar setiap proses berlangsung secara terencana, aman, dan sesuai dengan standar teknis yang telah ditetapkan,” kata Amsakar.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat Merah Putih dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang menghadirkan lingkungan belajar berkualitas, inklusif, serta mampu membentuk karakter, kompetensi, dan daya saing peserta didik. Seluruh layanan pendidikan di sekolah tersebut juga direncanakan dapat diakses secara gratis.
Menurut Amsakar, pembangunan sekolah itu merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas. Program tersebut juga mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Perhatian Bapak Presiden dan pemerintah pusat ini mencerminkan besarnya komitmen negara dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas sebagai salah satu fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Dan ini harus kita kawal bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengatakan percepatan pembangunan akan terus dikawal melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan. Menurut dia, kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan seluruh pihak terkait menjadi kunci agar proyek tersebut dapat selesai sesuai target.
Li juga mengajak masyarakat untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama proses pembangunan berlangsung. Dengan demikian, sekolah tersebut dapat segera dimanfaatkan dan memberikan manfaat yang luas bagi dunia pendidikan di Batam.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif agar proses pembangunannya dapat diselesaikan dengan baik, sehingga sekolah ini nantinya dapat memberikan manfaat besar bagi pengembangan pendidikan anak-anak kita sebagai generasi unggul Indonesia,” katanya.
Ia menambahkan, investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah investasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang diharapkan menjadi model pengembangan sekolah serupa di berbagai daerah.
Melalui sekolah tersebut, kata Li, semakin banyak anak-anak Indonesia, khususnya di Batam, diharapkan memperoleh kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensi terbaiknya sehingga mampu menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing. (*)

















