berita1.id, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam memilih mengedepankan dialog dalam menyikapi rencana pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang. Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengundang Aliansi Masyarakat Rempang-Galang Bersatu untuk berdiskusi secara terbuka sebagai upaya menyerap aspirasi masyarakat sekaligus membangun kesepahaman sebelum program dijalankan.
Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat terkait pembangunan sekolah yang merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan. Dalam dialog itu, warga diberi kesempatan menyampaikan pandangan, masukan, hingga berbagai kekhawatiran terhadap rencana pembangunan di kampung mereka.
“Kami ingin mendengar langsung aspirasi masyarakat, itu yang menjadi esensi pertemuan hari ini. Komunikasi dan dialog akan terus kami lakukan sehingga seluruh proses dapat berjalan baik dan menghindari konflik sosial di kemudian hari,”kata Li Claudia, Selasa (21/7).
Menurutnya, setiap masukan yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan pelaksanaan program. BP Batam, lanjut dia, berkomitmen menjaga komunikasi yang terbuka agar seluruh tahapan pembangunan dapat berlangsung dengan baik serta mendapat dukungan dari masyarakat.
Li Claudia menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih merupakan amanat pemerintah pusat yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga prasejahtera. Kehadiran sekolah tersebut diharapkan mampu membuka kesempatan yang lebih luas bagi mereka untuk memperoleh pendidikan yang layak dengan fasilitas yang memadai.
Ia menjelaskan, sekolah yang akan dibangun di atas lahan seluas 18,5 hektare itu tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Lebih dari itu, proyek tersebut dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
“Program ini merupakan amanat Pemerintah Pusat yang bertujuan menyiapkan generasi Indonesia yang unggul. Kami ingin memastikan pelaksanaannya pun harus berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat serta memberikan manfaat nyata bagi anak-anak sebagai penerus pembangunan bangsa,” ujarnya.
BP Batam, lanjut Li Claudia, akan terus membuka ruang dialog bersama masyarakat Rempang-Galang. Menurutnya, masyarakat merupakan mitra strategis dalam mewujudkan pembangunan Batam yang inklusif dan berkelanjutan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan sebagai fondasi pembangunan daerah.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung peningkatan kualitas pendidikan kita sebagai fondasi pembangunan daerah. Ini menjadi modal penting agar Batam mampu bersaing dengan SDM yang unggul dan berkompeten di masa mendatang,” pungkasnya.
Dialog tersebut turut dihadiri unsur Polda Kepri, Pemerintah Kota Batam, Koramil 04 Galang, serta sejumlah instansi terkait lainnya. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan mampu menjaga proses pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih tetap kondusif, transparan, dan mengedepankan kepentingan masyarakat. (*)

















