berita1.id, Batam – Upaya penyelundupan liquid vape mengandung narkotika jenis etomidate melalui jalur laut kembali digagalkan aparat. Tim gabungan TNI Angkatan Laut (TNI AL) berhasil menyita 100 kartrid liquid vape yang diduga diselundupkan dari Malaysia ke Batam. Nilai barang bukti tersebut diperkirakan mencapai Rp800 juta di pasar gelap.
“Informasi dari jaringan agen menyebutkan akan ada pengiriman narkotika melalui jalur laut. Berdasarkan laporan tersebut kami langsung menggelar operasi Kejar, Tangkap, dan Penyelidikan (Jarkaplid),” ujar Komandan Kodaeral IV, Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko, saat konferensi pers di Mako Kodaeral IV, Batuampar, Sabtu (18/7).
Operasi penindakan berlangsung pada Rabu (15/7) dan melibatkan Satgas Cakra-26.K Satintelmar Pusintelal, Denintel Kodaeral IV, serta Pos Babinpotmar Sagulung. Informasi intelijen yang diterima sekitar pukul 10.00 WIB menyebutkan adanya rencana penyelundupan narkotika jenis baru dari Malaysia menuju Batam melalui jalur laut.
Berbekal informasi tersebut, tim gabungan langsung menyusun pola penyergapan di wilayah perairan yang diduga menjadi jalur masuk barang ilegal tersebut.
Sekitar pukul 20.50 WIB, petugas mendeteksi sebuah speed boat melaju dengan kecepatan tinggi di area operasi. Kapal itu kemudian dikejar karena memiliki ciri dan pola pergerakan yang sesuai dengan target intelijen.
Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Meski telah diberikan tembakan peringatan ke udara, tekong kapal tetap memacu kendaraannya menuju perairan perbatasan.
Dalam upaya melarikan diri, pelaku membuang sebuah tas jinjing berwarna hijau ke laut sebelum tancap gas menuju wilayah internasional. Pengejaran akhirnya dihentikan karena kapal patroli TNI AL mengalami kendala teknis pada mesin sehingga pelaku berhasil lolos.
Sekitar 15 menit kemudian, tim berhasil menemukan tas yang dibuang di koordinat 1°2.581′ LU–103°52.569′ BT. Saat diperiksa, tas tersebut berisi 100 kartrid liquid vape yang diduga mengandung zat berbahaya.
Untuk memastikan kandungannya, Kodaeral IV berkoordinasi dengan Polda Kepri, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta BPOM Batam guna melakukan pengujian laboratorium.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh kartrid positif mengandung etomidate, obat anestesi intravena yang kerap disalahgunakan sebagai campuran narkotika golongan II.
Sebanyak 50 kartrid bermerek Yakuza diketahui mengandung 80 persen propanediol dan 20 persen etomidate. Sementara 50 kartrid lainnya bermotif buah mengandung 67 persen propylene glycol, 9 persen glycerol, dan 13 persen etomidate.
Etomidate merupakan obat bius yang hanya digunakan untuk keperluan medis. Namun, apabila disalahgunakan melalui rokok elektrik, zat ini dapat memberikan efek sangat berbahaya karena bekerja cepat menuju otak.
Penggunanya berisiko mengalami halusinasi, kejang, kehilangan kesadaran, gangguan pernapasan, hingga serangan jantung. Dalam jangka panjang, penyalahgunaan etomidate juga dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sistem saraf pusat.
Di pasar gelap Indonesia, satu kartrid liquid vape yang mengandung etomidate diperkirakan dijual antara Rp2,5 juta hingga Rp8 juta. Dengan jumlah sitaan mencapai 100 kartrid, nilai ekonomi barang bukti tersebut ditaksir berkisar Rp250 juta hingga Rp800 juta.
Berkat menegaskan, keberhasilan operasi ini menunjukkan komitmen TNI AL dalam menjaga perairan Indonesia dari jalur penyelundupan narkotika sekaligus mendukung program Astacita Presiden RI dalam pemberantasan narkoba.
“Kami mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di laut. Jangan biarkan masa depan bangsa dirusak oleh modus baru penyelundupan narkotika melalui liquid vape,” tegasnya.
Saat ini seluruh barang bukti telah diamankan dan akan dimusnahkan sesuai prosedur. Sementara itu, aparat masih terus melakukan pengembangan untuk mengidentifikasi serta memburu pelaku yang berhasil melarikan diri ke wilayah perbatasan. (*)



















