berita1.id, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat ekonomi kerakyatan dengan membuka akses pembiayaan yang lebih mudah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Terbaru, Pemko Batam menggandeng PT Bank Sumut untuk menghadirkan Program Subsidi Bunga/Margin 0 Persen.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemko Batam dan PT Bank Sumut yang berlangsung di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam, Jumat (24/7). Program ini menjadi langkah lanjutan Pemko Batam dalam mendorong pelaku UMKM mendapatkan akses permodalan yang lebih ringan dan mudah.
“Pembangunan tidak hanya soal fisik semata, tetapi harus menghadirkan pemberdayaan. Penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan ekonomi masyarakat harus mulai dipersiapkan dari sekarang. Jika tidak, kita akan tertinggal,” ujar Wali Kota Batam Amsakar Achmad.
Menurut Amsakar, arah pembangunan Batam saat ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi. Ia menilai UMKM dan koperasi memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga memberikan apresiasi kepada 43 koperasi di Batam yang berhasil meraih predikat Sehat dan Cukup Sehat dalam Penilaian Kesehatan Koperasi Tahun 2025. Penghargaan itu menjadi bentuk dukungan Pemko Batam terhadap koperasi yang mampu menjaga tata kelola organisasi secara baik.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam Salim mengatakan, melalui kerja sama dengan Bank Sumut, pelaku UMKM dapat memperoleh pembiayaan tanpa dikenakan bunga maupun margin dengan plafon awal hingga Rp20 juta tanpa agunan.
“Program ini menyasar pedagang kecil, pelaku usaha kuliner, dan berbagai sektor usaha mikro lainnya. Harapannya, semakin banyak pelaku UMKM yang mendapatkan akses modal untuk mengembangkan usahanya,” kata Salim.
Bank Sumut menjadi bank ketiga yang bergabung dalam Program Subsidi Bunga 0 Persen setelah Bank BTN dan Bank Riau Kepri (BRK) Syariah. Pemko Batam juga tengah menjajaki kerja sama serupa dengan Bank Jatim untuk memperluas jangkauan program.
Salim menyampaikan, saat ini anggaran yang disiapkan untuk program tersebut mencapai Rp3 miliar. Ke depan, Pemko Batam mengusulkan peningkatan plafon pinjaman dari Rp20 juta menjadi Rp50 juta hingga Rp100 juta agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Berdasarkan data Online Data System (ODS) per Juni 2026, terdapat 1.132 koperasi yang terdaftar di Kota Batam. Dari jumlah tersebut, sebanyak 375 koperasi berstatus aktif.
Sementara itu, hasil pemeriksaan kesehatan terhadap 43 koperasi pada 2025 mencatat sebanyak 16 koperasi memperoleh predikat Sehat dan 27 koperasi mendapat predikat Cukup Sehat. Capaian tersebut menjadi indikator semakin baiknya tata kelola koperasi di Batam.
Pemimpin Divisi Kredit Konsumen PT Bank Sumut Faisal Panggabean menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemko Batam yang menjadikan Bank Sumut sebagai mitra penyalur pembiayaan.
Ia menegaskan, Bank Sumut siap mendukung pertumbuhan UMKM Batam melalui layanan pembiayaan yang inklusif, cepat, dan mudah diakses.
“Program Subsidi Bunga yang kita tandatangani hari ini menjadi jembatan bagi pelaku usaha mikro untuk memperoleh pembiayaan yang lebih ringan. Kolaborasi yang kuat akan melahirkan ekonomi yang tangguh dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Batam,” ujarnya.
Selain program pembiayaan UMKM, Pemko Batam juga terus menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu dan wilayah hinterland, peningkatan layanan kesehatan, hingga program perlindungan sosial.
Melalui berbagai program tersebut, Pemko Batam berharap pertumbuhan ekonomi tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat melalui peningkatan kemandirian ekonomi. (*)



















