Batam  

Li Claudia Sisir Titik Banjir Batam, Drainase dan PJU Dikebut

Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra meninjau pekerjaan Drainase Jalan S. Parman, Tanjung Piayu, Selasa (25/8). Proyek sepanjang sekitar 800 meter tersebut telah mencapai progres sekitar 63 persen. Foto. Humas BP Batam.
banner 120x600
banner 468x60

berita1.id, Batam – Persoalan banjir dan infrastruktur masih menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra turun langsung meninjau sejumlah titik rawan banjir dan ruas jalan yang membutuhkan penanganan, Selasa (25/8).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan infrastruktur berjalan sesuai rencana sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Sejumlah titik yang dikunjungi berada di Tanjung Piayu, Batuaji hingga kawasan Muka Kuning.

banner 325x300

“Kita juga harus tahu di bawahnya ada apa, seperti kabel dan sebagainya. Jangan menggali dengan meraba-raba. Datanya juga harus jelas, alirannya ke mana. Ini perlu koordinasi dengan BP Batam,” tegas Li Claudia saat meninjau Drainase Jalan S. Parman, Tanjung Piayu, Kecamatan Sungai Beduk.

Drainase tersebut menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian. Proyek memiliki panjang sekitar 800 meter. Jika dihitung dari sisi kiri dan kanan dinding penahan tanah (DPT), total penanganannya mencapai sekitar 1.600 meter.

Saat ditinjau, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 63 persen. Li Claudia meminta pekerjaan tetap dikebut, namun tidak dilakukan secara sembarangan. Keberadaan berbagai utilitas di bawah tanah harus menjadi perhatian agar pengerjaan tidak menimbulkan persoalan baru.

Menurutnya, koordinasi dengan pihak terkait, termasuk BP Batam, sangat penting untuk memastikan data utilitas dan arah aliran air diketahui dengan jelas sebelum pekerjaan dilakukan.

Usai dari Tanjung Piayu, Li Claudia melanjutkan peninjauan ke Drainase Jalan Letjend Suprapto, tepatnya di depan Rumah Sakit Graha Hermin, Batuaji.

Di lokasi tersebut, ia meminta saluran drainase dan jembatan diperlebar dengan menyesuaikan ruang milik jalan (row) yang tersedia. Penanganan juga diminta dilakukan secara menyeluruh, dari kawasan hulu hingga hilir.

Li Claudia menilai pembenahan drainase tidak bisa dilakukan secara parsial. Setiap titik yang membutuhkan penanganan harus segera dinormalisasi agar sistem aliran air dapat berfungsi optimal.

Bila kondisi di lapangan membutuhkan pengerjaan menggunakan alat berat, hal tersebut diminta segera dilakukan. Namun, pelaksana juga harus memperhatikan aktivitas masyarakat dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi.

“Pekerjaan harus berjalan, tetapi lalu lintas dan aktivitas warga jangan sampai terganggu,” katanya.

Peninjauan kemudian berlanjut ke kawasan spillway di Jalan Letjend Suprapto, Muka Kuning, tepatnya di belakang Rusun Pemko. Titik tersebut turut menjadi perhatian dalam upaya membenahi sistem drainase Batam secara lebih menyeluruh.

Tak hanya persoalan banjir, Li Claudia juga menyoroti aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Ia meminta perencanaan penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Laksamana Bintan segera dipercepat.

Ruas yang menjadi perhatian membentang dari Simpang Pollux hingga Simpang Telkom, Kecamatan Batam Kota. Penerangan yang memadai dinilai penting, terutama pada malam hari, untuk meningkatkan keamanan masyarakat yang melintas.

Li Claudia menegaskan, pembangunan infrastruktur di Batam tidak boleh hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan secara fisik. Setiap proyek harus direncanakan secara matang, dikoordinasikan dengan pihak terkait, serta memperhitungkan manfaat dan dampaknya bagi masyarakat.

“Kita ingin Batam lebih baik. Karena itu, setiap pekerjaan harus benar-benar dipikirkan manfaat dan dampaknya,” ujarnya.

Turun langsung ke lapangan, kata dia, menjadi bagian dari upaya Pemko Batam memastikan persoalan drainase, banjir, jalan hingga penerangan dapat ditangani secara terintegrasi.

Dengan penanganan yang terencana dan koordinasi lintas instansi, berbagai persoalan infrastruktur diharapkan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Batam. (*)

banner 325x300
Carousels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *