berita1.id, Batam – Waktu menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau 2026 tinggal sekitar empat bulan lagi. Karena itu, KONI Kepri mulai menggenjot seluruh persiapan agar pesta olahraga terbesar di Kepri tersebut dapat berlangsung sesuai jadwal.
Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Panitia Besar Porprov VI Kepri yang digelar secara hybrid, Senin (13/7). Rapat dipimpin Ketua Umum KONI Kepri, Usep RS, dan diikuti seluruh jajaran panitia, baik secara langsung maupun melalui Zoom Meeting.
Dalam arahannya, Usep meminta seluruh ketua bidang bekerja maksimal sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Koordinasi antarbidang juga harus terus diperkuat agar setiap persoalan yang muncul bisa segera diselesaikan.
“Dengan waktu persiapan yang tersisa sekitar empat bulan, semangat kebersamaan, kolaborasi, dan sinergi menjadi kunci utama keberhasilan penyelenggaraan Porprov VI Kepulauan Riau Tahun 2026,” ujar Usep.
Ia mengatakan, Porprov VI akan mempertandingkan 32 cabang olahraga yang diikuti atlet dari seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau. Karena itu, setiap bidang diminta rutin melaporkan perkembangan persiapan sekaligus menyampaikan kebutuhan yang harus segera dipenuhi.
Sekretaris Umum KONI Kepri, Suyono, menambahkan rapat koordinasi ini menjadi momentum memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai target.
Salah satu agenda terdekat adalah peninjauan venue pertandingan yang dijadwalkan pada 21 Juli 2026. Masing-masing cabang olahraga akan mengirimkan dua delegasi untuk meninjau lokasi pertandingan yang tersebar di Kota Tanjungpinang.
Panitia Besar bersama Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tanjungpinang telah membagi peserta ke dalam lima kelompok kunjungan agar proses peninjauan berjalan efektif.
Karena Wali Kota Tanjungpinang memiliki agenda kedinasan pada hari yang sama, agenda audiensi yang semula direncanakan sebelum peninjauan venue dibatalkan. Seluruh delegasi akan langsung menuju lokasi pertandingan sesuai jadwal.
Panitia juga meminta seluruh cabang olahraga segera menyerahkan nama delegasi kepada Sekretariat Panitia Besar. Data tersebut dibutuhkan untuk pengaturan transportasi, pembagian kelompok, serta kelancaran pelaksanaan peninjauan.
Selain itu, cabang olahraga yang akan membawa peralatan pertandingan dari Batam menuju Tanjungpinang diminta segera mengurus surat rekomendasi kepada Panitia Besar. Surat tersebut diperlukan untuk pengurusan administrasi di Bea Cukai maupun BP Batam sehingga proses mobilisasi peralatan dapat berjalan lancar.
Ketua Panitia Besar Porprov VI Kepri, Asmin Patros, yang mengikuti rapat secara daring karena menjalankan tugas di luar daerah, mengatakan seluruh tahapan harus tetap berjalan sesuai jadwal meski panitia menghadapi keterbatasan anggaran.
Menurutnya, pada Agustus mendatang panitia akan memasuki tahapan entry by number dan entry by name. Selanjutnya, pada September seluruh proses verifikasi peserta, kesiapan venue, perangkat pertandingan, hingga kebutuhan teknis lainnya ditargetkan sudah rampung.
Sementara Oktober akan difokuskan untuk pemeriksaan akhir seluruh aspek penyelenggaraan, mulai dari upacara pembukaan, pelayanan tamu, transportasi, akomodasi hingga dukungan operasional lainnya.
“Kami berharap seluruh cabang olahraga dapat mengoptimalkan penggunaan dana bantuan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau secara efektif, efisien, dan tepat sasaran. Jika masih terdapat kekurangan pembiayaan, masing-masing cabang olahraga diharapkan dapat mencari dukungan pendanaan melalui kerja sama dengan berbagai pihak sesuai ketentuan,” kata Asmin.
Ia menegaskan, keberhasilan Porprov tidak hanya diukur dari suksesnya pelaksanaan pertandingan maupun prestasi atlet, tetapi juga dari tertib administrasi dan pengelolaan anggaran yang akuntabel.
Porprov VI Kepri dijadwalkan berlangsung di Kota Tanjungpinang pada 1–8 November 2026. Ajang ini diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet terbaik Kepri menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Panitia pun optimistis target sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi, dan sukses pembinaan atlet dapat tercapai. (*)



















