Batam  

Ekonomi Batam Tumbuh 6,76 Persen, Amsakar Raih Pemimpin Daerah Awards 2026

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menerima penghargaan kategori Pembangunan Ekonomi Daerah dalam Pemimpin Daerah Awards 2026 di Jakarta, Kamis (27/8). Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas capaian pembangunan ekonomi Batam sekaligus motivasi untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah. Foto. Pemko Batam.
banner 120x600
banner 468x60

berita1.id, Batam – Kota Batam kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menerima penghargaan kategori Pembangunan Ekonomi Daerah dalam ajang Pemimpin Daerah Awards 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia Muhammad Qodari kepada Amsakar Achmad di Jakarta Concert Hall (JCH), Gedung iNews Tower, Jakarta, Kamis (27/8).

banner 325x300

Penghargaan itu datang di tengah tren positif perekonomian Batam. Sepanjang 2025, ekonomi Batam tumbuh 6,76 persen. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Batam juga telah mencapai sekitar Rp253,64 triliun.

Bagi Amsakar, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah. Lebih dari itu, penghargaan tersebut menjadi pemacu agar kinerja pembangunan Batam terus ditingkatkan. “Atas nama Pemerintah Kota Batam, kami mengucapkan terima kasih. Kami yakin apresiasi yang kami dapat ini menjadi motivasi bagi Pemko Batam untuk lebih optimal lagi,” ujar Amsakar.

Ia pun mendedikasikan penghargaan tersebut kepada masyarakat Batam serta seluruh pihak yang selama ini ikut mengambil bagian dalam pembangunan daerah. Mulai dari Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, DPRD Kota Batam, Forkopimda, jajaran Pemerintah Kota Batam, hingga dunia usaha dan berbagai elemen masyarakat.

Menurut Amsakar, pembangunan daerah tidak mungkin hanya bertumpu pada pemerintah. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi salah satu kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Batam. “Penghargaan ini sangat luar biasa untuk memacu kinerja kami pemerintah daerah,” katanya.

Di balik penghargaan tersebut, sejumlah indikator ekonomi Batam memang menunjukkan perkembangan positif. Sektor industri pengolahan masih menjadi tulang punggung perekonomian Batam. Kontribusinya mencapai sekitar 57 persen terhadap struktur ekonomi daerah.

Seiring dengan itu, aktivitas investasi juga terus bergerak. Berdasarkan pendekatan bottom-up BP Batam, realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp69,3 triliun.

Tren tersebut berlanjut pada 2026. Hingga semester pertama tahun ini, nilai investasi yang masuk ke Batam telah mencapai sekitar Rp38,97 triliun. Angka tersebut memperlihatkan bahwa Batam masih memiliki daya tarik kuat sebagai kawasan investasi dan pengembangan industri.

Posisi Batam sebagai salah satu pintu gerbang ekonomi Indonesia dengan dukungan kawasan industri, infrastruktur, serta kedekatan dengan jalur perdagangan internasional menjadi modal penting untuk menjaga daya saing daerah.

Pertumbuhan ekonomi juga dibarengi dengan perkembangan sejumlah indikator pembangunan manusia. Pada 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam mencapai 83,80. Di sisi lain, tingkat kemiskinan turun menjadi 3,81 persen.

Bagi Pemerintah Kota Batam, capaian tersebut menjadi bagian penting dari pembangunan. Pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur dari besarnya investasi dan nilai PDRB, tetapi juga dari seberapa jauh manfaat pembangunan dirasakan masyarakat.

Amsakar mengatakan, sekitar satu tahun enam bulan sejak dirinya bersama Li Claudia Chandra menerima amanah memimpin Batam, berbagai upaya terus dilakukan untuk menjaga sekaligus memperkuat pembangunan daerah.

Ia menilai penghargaan yang diterima dalam Pemimpin Daerah Awards 2026 harus menjadi energi baru untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat. “Narasi kebersamaan ini harus menjadi modal baru bagi Kota Batam untuk bergerak lebih cepat lagi,” tegasnya.

Penghargaan kategori Pembangunan Ekonomi Daerah dalam Pemimpin Daerah Awards 2026 menjadi pengakuan atas berbagai upaya yang telah dilakukan dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Batam. Namun, bagi Amsakar, penghargaan tersebut bukanlah garis akhir.

Justru sebaliknya, penghargaan itu menjadi tanggung jawab baru bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja, mendengar kebutuhan masyarakat dan memastikan pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.

Tantangan Batam ke depan tidak ringan. Pertumbuhan ekonomi harus dipertahankan, investasi baru terus didatangkan, sektor industri diperkuat, sementara kesejahteraan masyarakat juga harus menjadi prioritas.

Di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, penghargaan nasional tersebut diharapkan menjadi tambahan energi untuk membawa Batam bergerak lebih cepat.

Bukan hanya sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi juga sebagai kota yang mampu memastikan pertumbuhan tersebut memberi manfaat nyata bagi masyarakatnya. (*)

banner 325x300
Carousels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *