berita1.id, Batam – Harapan keluarga bayi Helena Tabintang Dakhi untuk mendapatkan penanganan medis akhirnya terwujud. Sidokkes Polresta Barelang mendampingi bayi dari keluarga kurang mampu tersebut menjalani operasi pemasangan Ventriculoperitoneal Shunt (VP Shunt) di Rumah Sakit Awal Bros Botania, Minggu (12/7). Pendampingan dilakukan sejak kunjungan ke rumah keluarga hingga proses operasi berlangsung.
Sebelum tindakan medis dilakukan, tim Sidokkes lebih dulu mendatangi kediaman keluarga Helena di Kavling Senjulung, RT 02 RW 09, Kelurahan Tanjunguncang. Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya memastikan keluarga memperoleh akses layanan kesehatan sekaligus memberikan pendampingan selama proses pengobatan.
Kasidokkes Polresta Barelang Iptu dr. Syarifah Helviza Aini bersama Brigpol Novi Syahputra dan Ns. Fitri, S.Kep., kemudian mendampingi keluarga pasien di RS Awal Bros Botania. Mereka juga berkoordinasi dengan pihak rumah sakit agar seluruh tahapan penanganan medis berjalan lancar.
Baca Juga: Di Tengah Kemiskinan, Bayi Hidrosefalus Ini Akhirnya Bisa Berobat
“Kami ingin memastikan setiap warga yang membutuhkan pertolongan kesehatan mendapatkan pendampingan yang layak. Kehadiran kami bukan hanya sebagai petugas kepolisian, tetapi juga bentuk kepedulian agar masyarakat memperoleh pelayanan medis dengan cepat dan tepat,” ujar Iptu dr. Syarifah Helviza Aini.
Melalui koordinasi tersebut, operasi pemasangan VP Shunt akhirnya dapat dilaksanakan sesuai prosedur medis. Seluruh biaya tindakan ditanggung melalui program BPJS Kesehatan sehingga keluarga pasien tidak terbebani biaya operasi.
Usai menjalani operasi, bayi Helena langsung mendapatkan perawatan intensif di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Tim medis terus melakukan observasi untuk memantau perkembangan kondisi pasien selama masa pemulihan pascaoperasi.
Menurut Syarifah, kolaborasi antara kepolisian, rumah sakit, dan penyelenggara jaminan kesehatan menjadi kunci agar masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu, tetap dapat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa hambatan.
“Kami berharap proses pemulihan bayi Helena berjalan baik hingga nantinya bisa kembali berkumpul bersama keluarga dalam kondisi sehat. Pendampingan seperti ini akan terus kami lakukan sebagai bagian dari pelayanan kemanusiaan Polri kepada masyarakat,” katanya.
Polresta Barelang menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian untuk hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga membantu masyarakat yang menghadapi persoalan kemanusiaan.
Masyarakat juga diimbau memanfaatkan layanan Kepolisian melalui nomor 110 apabila membutuhkan bantuan atau pelayanan darurat. Layanan tersebut dapat diakses secara gratis selama 24 jam. (*)



















