berita1.id, Batam – Upaya pemulihan dan peningkatan layanan air minum di Kota Batam terus dikebut Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABHi). Setelah perbaikan dan relokasi pipa berdiameter 800 milimeter di kawasan Muka Kuning rampung, pemantauan suplai air di sejumlah wilayah terdampak terus dilakukan secara bertahap.
Hasil pemantauan teknis menunjukkan suplai air di sebagian besar wilayah yang sebelumnya terdampak mulai berangsur normal. Namun, sejumlah kawasan masih membutuhkan perhatian, terutama wilayah yang berada di ujung jaringan atau dikenal sebagai stress area.
“Penyelesaiannya memang membutuhkan waktu, tetapi selama proses itu berjalan, suplai melalui mobil tangki harus tetap dilakukan. Tidak ada cerita, ini harus selesai,” tegas Kepala BP Batam Amsakar Achmad saat meninjau kondisi suplai air di Kavling Sagulung Berseri, Sei Lekop, RW 8 RT 3 dan RT 5, Jumat (4/9).
Peninjauan tersebut dilakukan Amsakar untuk melihat langsung kondisi warga sekaligus mencari solusi atas keterbatasan suplai air yang masih dirasakan masyarakat. Di lokasi itu, warga menyampaikan persoalan air telah berlangsung cukup lama.
RT 3 tercatat dihuni sekitar 21 kepala keluarga, sedangkan RT 5 sekitar 45 kepala keluarga. Secara keseluruhan, sekitar 65 kepala keluarga terdampak keterbatasan suplai air.
Salah seorang warga, Parna, mengapresiasi perhatian langsung Kepala BP Batam yang turun ke lapangan dan mencari solusi atas persoalan yang selama ini mereka hadapi.
Amsakar mengatakan, setelah memperoleh informasi terkait kondisi jaringan dan relokasi pipa di Muka Kuning, dirinya langsung turun melihat situasi di lapangan. Koordinasi dengan jajaran terkait pun terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Menurutnya, penguatan jaringan memang membutuhkan waktu. Karena itu, selama pekerjaan infrastruktur berlangsung, suplai air menggunakan mobil tangki harus menjadi solusi sementara yang tetap berjalan.
Amsakar juga meminta jajaran Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan ABHi menghitung kebutuhan armada tangki secara tepat. Dengan demikian, distribusi air bersih dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
BP Batam bahkan menyiapkan langkah penambahan armada tangki, termasuk melalui pengalihan anggaran multiyears untuk memperkuat dukungan distribusi air bersih.
“Harapan saya, paling lambat akhir November atau Desember, pekerjaan ini selesai dan selama prosesnya warga tetap mendapat suplai air bersih,” ujarnya.
Sebagai solusi jangka pendek, BP Batam bersama PT ABHi terus mengerahkan armada mobil tangki secara intensif dan terjadwal ke sejumlah wilayah prioritas atau dedicated area.
Sejumlah kawasan yang menjadi fokus distribusi antara lain Sei Lekop, Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Bengkong Permai, Bengkong Harapan, Bengkong Palapa, Kavling Berseri, serta sejumlah titik layanan publik dan permukiman prioritas lainnya.
Distribusi tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih selama proses penguatan jaringan berlangsung.
Kebutuhan di lapangan juga terus dievaluasi. Jumlah armada dan pola distribusi akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing kawasan agar penyaluran air dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Penanganan tidak hanya dilakukan melalui suplai tangki. BP Batam bersama PT ABHi juga mempercepat penguatan infrastruktur jaringan sebagai solusi jangka menengah dan panjang.
Untuk kawasan Sagulung Baru (Saguba), Sei Lekop, serta sebagian wilayah Marina, termasuk Fantasy Residence, Jupiter, Galaxy dan sekitarnya, penguatan jaringan telah masuk dalam agenda prioritas atau _Quick Win_.
Pekerjaan tersebut diarahkan untuk meningkatkan debit sekaligus tekanan air sehingga suplai ke kawasan yang berada di ujung jaringan dapat menjadi lebih stabil.
Penguatan jaringan primer dan tersier telah berjalan sejak Agustus 2026. Sementara pekerjaan pada jaringan sekunder ditargetkan selesai paling lambat akhir November 2026. Secara keseluruhan, proyek penguatan jaringan di kawasan tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Kondisi berbeda terjadi di kawasan Tanjung Sengkuang, Batu Merah dan Bengkong. Di kawasan tersebut, BP Batam telah lebih dahulu menjalankan penguatan jaringan melalui Segmen Sukajadi–M3G dan Segmen Ozon–Bukit Senyum.
Pekerjaan yang dimulai sejak Mei 2026 itu menunjukkan progres signifikan dan ditargetkan selesai pada September 2026. Setelah rampung, keandalan dan kestabilan aliran air di kawasan tersebut diharapkan semakin meningkat.
BP Batam menjelaskan, keterbatasan suplai di sejumlah wilayah seperti Sei Lekop, Saguba, Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Bengkong hingga kawasan Marina tidak secara langsung disebabkan pekerjaan perbaikan pipa di Muka Kuning.
Secara teknis, kawasan tersebut merupakan stress area karena berada di ujung jaringan (end of line) dan memiliki elevasi relatif tinggi. Kondisi itu membuat sebagian kawasan sejak sebelumnya menerima suplai dengan tekanan terbatas atau durasi aliran yang relatif pendek.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny Tondano mengatakan, penanganan dilakukan dengan dua langkah utama. Pertama, memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi melalui distribusi tangki. Kedua, memperkuat jaringan agar persoalan suplai dapat diselesaikan secara permanen.
“BP Batam bersama PT Air Batam Hilir bekerja dengan skala prioritas yang jelas. Pengiriman armada tangki kami fokuskan secara teratur di titik-titik kawasan prioritas penanganan darurat. Di saat yang sama, tim teknis terus memacu penyelesaian proyek perkuatan jaringan pipa,” tegas Denny.
Menurutnya, penanganan tidak boleh berhenti pada solusi sementara. Penguatan jaringan harus terus dilakukan agar masyarakat, khususnya yang berada di kawasan ujung jaringan, mendapatkan layanan air yang lebih stabil dan andal dalam jangka panjang.
“Target kami jelas, bukan hanya memastikan air tersedia hari ini, tetapi juga membangun sistem jaringan yang semakin kuat sehingga pelayanan kepada masyarakat Batam ke depan semakin baik,” ujarnya.
BP Batam mengapresiasi dukungan, kesabaran dan kerja sama masyarakat selama proses perbaikan serta peningkatan infrastruktur berlangsung.
BP Batam bersama PT ABHi juga memastikan perkembangan kondisi operasional di lapangan akan terus disampaikan secara terbuka, akurat dan berkala sebagai bagian dari upaya memberikan kepastian layanan air minum kepada masyarakat Kota Batam. (*)



















