berita1.id, Batam – Pekerjaan perbaikan dan relokasi jaringan pipa air minum berdiameter 800 milimeter (mm) di depan Kawasan Batamindo, Muka Kuning, akhirnya rampung. Pekerjaan tersebut diselesaikan pada Sabtu (29/8) pukul 14.45 WIB.
Setelah pekerjaan fisik selesai, BP Batam bersama PT Air Batam Hilir langsung melakukan pemulihan aliran air secara bertahap ke sejumlah wilayah terdampak. Proses tersebut dilakukan dengan memperhatikan debit, tekanan, serta kondisi jaringan agar distribusi kembali normal tanpa menimbulkan gangguan baru.
“Pekerjaan perbaikan pipa sudah kita tuntaskan. Sekarang yang menjadi perhatian adalah memastikan air kembali mengalir dan tekanan jaringan terus dipulihkan sampai normal. Saya minta seluruh tim tidak berhenti pada selesainya pekerjaan fisik, tetapi memastikan pelayanan benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Kepala BP Batam Amsakar Achmad.
Menurut Amsakar, pemulihan layanan air menjadi perhatian utama setelah pekerjaan perbaikan rampung. Seluruh jajaran bersama pengelola layanan diminta terus mengawal distribusi hingga masyarakat di wilayah terdampak kembali mendapatkan pelayanan secara optimal.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena gangguan suplai air berlangsung lebih lama dari perkiraan awal.
Amsakar mengatakan, kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar penanganan gangguan layanan dasar ke depan dapat dilakukan lebih cepat, terukur, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Saat ini, sejumlah wilayah seperti Batu Aji, Tembesi, dan Marina mulai kembali menerima aliran air. Namun, pemulihan belum berlangsung merata.
Kawasan Sagulung dan Sei Lekop, misalnya, masih membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan tekanan air yang optimal. Kondisi tersebut dipengaruhi karakteristik jaringan, termasuk sejumlah wilayah yang berada di elevasi lebih tinggi dan berada di bagian ujung jaringan distribusi.
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengatakan, koordinasi dan pengawasan bersama jajaran teknis serta PT Air Batam Hilir terus dilakukan untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.
“Kami memahami bagaimana rasanya ketika air belum mengalir, sementara kebutuhan rumah tangga terus berjalan. Ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut kehidupan sehari-hari masyarakat. Karena itu, saya minta tim di lapangan bekerja sampai tuntas. Jangan hanya memastikan pipa selesai diperbaiki, tetapi pastikan air benar-benar sampai kepada masyarakat yang masih terdampak,” ujar Li Claudia.
Secara teknis, proses pengaliran pascaperbaikan memang tidak dapat langsung dilakukan pada kapasitas maksimal. Jaringan perlu dipantau secara bertahap untuk memastikan kondisi pipa dan tekanan tetap aman.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny Tondano menjelaskan, saat ini pengoperasian Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang 3 dan 4 menghasilkan debit sekitar 600 liter per detik (lps) dengan tekanan 9 bar.
Kondisi tersebut masih di bawah kondisi normal yang ditargetkan mencapai 750 lps dengan tekanan 12 bar. Air dari IPA Duriangkang 3 dan 4 kemudian dialirkan menuju Batam Centre dan kawasan Batu Aji.
“Setelah pekerjaan selesai, kita tidak bisa langsung menaikkan debit dan tekanan ke kondisi maksimal tanpa melihat respons jaringan. Saat ini pengaliran berada di sekitar 600 liter per detik dengan tekanan 9 bar dan terus kami pantau. Tim teknis akan melakukan peningkatan debit secara bertahap menuju 750 liter per detik dengan tekanan 12 bar, tetap dengan mempertimbangkan keamanan dan kestabilan jaringan,” jelas Denny.
Ia menambahkan, pengembalian aliran air ke seluruh wilayah terdampak tidak dapat berlangsung secara bersamaan. Wilayah yang lebih dekat dengan sumber aliran dan memiliki elevasi lebih rendah cenderung menerima air lebih dahulu.
Sebaliknya, kawasan yang berada di elevasi lebih tinggi maupun di ujung jaringan membutuhkan waktu lebih panjang hingga tekanan air mencukupi.
Sebelumnya, pekerjaan relokasi pipa 800 mm di depan Kawasan Batamindo dimulai pada Rabu (26/8). Dalam prosesnya, tim teknis menghadapi kendala pada tahap penyambungan dan pengelasan pipa sehingga pekerjaan berlangsung lebih lama dari perencanaan awal.
Saat uji coba pengaliran pada Jumat (28/8), tim kembali menemukan kebocoran pada jaringan. Perbaikan lanjutan dan pengujian kemudian dilakukan hingga pekerjaan dinyatakan rampung pada Sabtu (29/8) pukul 14.45 WIB.
Kini, perhatian BP Batam bergeser dari pekerjaan fisik ke pemulihan distribusi. Pemantauan debit, tekanan, dan kondisi jaringan terus dilakukan bersama PT Air Batam Hilir.
Amsakar meminta proses tersebut dikawal hingga jaringan benar-benar stabil dan seluruh masyarakat yang terdampak kembali memperoleh layanan air secara normal.
“Kami tidak menutup mata terhadap kondisi yang masih dirasakan masyarakat. Karena itu, setelah pipa selesai diperbaiki, pekerjaan berikutnya adalah memastikan distribusi kembali normal. Saya minta proses ini dikawal sampai tuntas dan masyarakat kembali mendapatkan layanan air yang baik,” kata Amsakar.
BP Batam juga menyampaikan apresiasi atas kesabaran masyarakat selama proses perbaikan dan pemulihan berlangsung. Perkembangan kondisi jaringan akan terus dipantau dan diperbarui hingga pelayanan air kembali normal. (*)



















