berita1.id, Batam – Upacara Senin pagi di SDN 01 Belakang Padang, Kota Batam, tak hanya diisi barisan siswa dan amanat tentang kedisiplinan. Dari lapangan sekolah itu, polisi mengingatkan para murid agar tidak saling merundung, menjauhi pelanggaran, dan mengisi waktu dengan kegiatan yang bisa mengembangkan bakat mereka.
Pesan itu disampaikan Bhabinkamtibmas Kelurahan Sekanak Raya, Polsek Belakang Padang, Bripka M. Zuhri, yang menjadi pembina upacara pada Senin, 5 Oktober 2026. Ia berbicara di hadapan siswa dan guru tentang sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan anak-anak, mulai dari perundungan hingga keselamatan berlalu lintas.
“Anak-anak harus terus semangat melakukan kegiatan yang positif, menjaga kedisiplinan, serta menghindari pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” kata Zuhri dalam amanatnya.
Ia meminta siswa membangun kebiasaan disiplin sejak sekolah dasar. Kegiatan seperti pramuka, olahraga, dan ekstrakurikuler, menurut dia, dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.
Soal bullying mendapat perhatian khusus. Para siswa diminta saling menghargai dan menjaga pertemanan. Mereka juga diingatkan tidak merundung teman, baik melalui tindakan maupun perkataan.
Zuhri meminta siswa yang mengetahui adanya perundungan tidak memilih diam. Mereka dapat melaporkannya kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya agar persoalan tersebut dapat segera ditangani.
Selain bullying, polisi menyampaikan persoalan lain yang kerap berkaitan dengan keselamatan anak: kendaraan bermotor. Siswa yang belum cukup umur diingatkan tidak mengendarai sepeda motor karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.
Di akhir kegiatan, Zuhri menyerahkan satu bola futsal kepada pihak SDN 01 Belakang Padang. Bola itu diharapkan digunakan untuk menunjang aktivitas olahraga siswa.
Pemberian bola tersebut menjadi bagian dari pendekatan kepolisian kepada lingkungan sekolah. Polisi tidak hanya hadir untuk menyampaikan larangan, tetapi juga mendorong anak-anak memiliki kegiatan yang positif.
Upacara berlangsung tertib hingga selesai. Polsek Belakang Padang menyatakan akan terus melakukan pembinaan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang belajar yang aman dan bebas dari perundungan.
Kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk segera menghubungi layanan Polisi 110 jika membutuhkan bantuan dalam keadaan darurat atau menghadapi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. (*)



















