Batam  

BUMA Batam Gelar Maulid Nabi, Tekankan Keteladanan dan Kepedulian

Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor BUMA Batam dan Jaringan Media, Batam Center, Kamis (20/8). Rangkaian acara berlangsung khidmat sekaligus hangat, mempertemukan pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga dalam satu ruang silaturahmi.
banner 120x600
banner 468x60

berita1.id, Batam – “Maulid Nabi bukan hanya kegiatan seremonial. Yang paling penting adalah bagaimana kita mengenal Rasulullah, mencintai beliau, kemudian mencontoh akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.”

Pesan itu disampaikan Ustaz Mukhlis Mawardi saat memberikan tausiah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) Batam dan Jaringan Media, di Ruko Botania 2 Blok B 18 Nomor 6, Batam Center, Kamis, (20/8).

banner 325x300

Mawardi mengajak masyarakat, terutama generasi muda, menjadikan peringatan Maulid sebagai ruang untuk kembali melihat keteladanan Rasulullah. Menurut dia, tantangan kehidupan saat ini tidak cukup dijawab dengan kemajuan teknologi, tetapi juga membutuhkan kekuatan agama dan akhlak.

“Masyarakat dan anak-anak muda harus mampu menggunakan perkembangan zaman dengan bijak. Jangan sampai teknologi justru menjauhkan kita dari nilai-nilai agama,” kata Mawardi.

Ia menyebut kejujuran, kesabaran, kasih sayang, dan sikap menghormati sesama sebagai nilai yang diajarkan Rasulullah. Nilai-nilai itu, menurut dia, relevan diterapkan di tengah derasnya arus informasi dan perbedaan pandangan di masyarakat.

Mawardi juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpecah. Ia meminta generasi muda lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial, terutama ketika menerima dan menyebarkan informasi.

“Kalau kita ingin meneladani Rasulullah, mari kita mulai dari hal sederhana. Jaga lisan, hormati orang tua, sayangi sesama dan jangan mudah menyebarkan sesuatu yang belum tentu benar,” ujarnya.

Peringatan Maulid Nabi itu digelar BUMA Batam bersama Jaringan Media dan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Batam Kota. Sejumlah unsur masyarakat hadir, antara lain jajaran pengurus BUMA Batam, pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Ketua Anak Muda Indonesia (AMI) Kepri Kurnia Fajrison, Kasubdit Binpolmas Polda Kepri Kompol Amir Hamzah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga.

Acara diawali Istighotsah dan Tahlil yang dipimpin Ustaz Ahmadun. Berikutnya, Tim Hadroh Rojaus Syafaah melantunkan Shalawat Burdah, disusul Tilawatil Qur’an oleh Ustaz Abdul Wahab.

Peserta kemudian menyanyikan Indonesia Raya dan Ya Lal Wathon bersama Rekanita IPPNU. Yel-yel Banser oleh Tim Hadrah IPNU turut menghidupkan suasana. Rangkaian acara dilanjutkan Shalawat Barzanji dan Mahallul Qiyam yang dipimpin KH Abdul Mu’thi bersama Tim Hadroh IPNU, sebelum ditutup dengan doa dan tausiah.

Kepala BUMA Batam Rizki Firmanda mengatakan peringatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan kegiatan keagamaan yang melibatkan generasi muda. Ia berharap pesan Maulid tidak berhenti setelah acara selesai.

“Kami ingin peringatan Maulid Nabi ini tidak berhenti pada acara tahunan saja. Semangatnya harus dibawa dalam kehidupan sehari-hari,” kata Rizki.

Menurut dia, pemuda perlu tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, peduli terhadap lingkungan, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, hubungan antara pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen lain perlu terus dirawat.

“Maulid Nabi bukan hanya tentang mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga bagaimana kita mengambil nilai-nilai keteladanan beliau untuk diterapkan dalam kehidupan. Salah satunya adalah membangun kepedulian dan kebersamaan,” ujarnya.

Rizki mengatakan BUMA Batam akan mendukung kegiatan yang dapat memperkuat silaturahmi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara BUMA, Jaringan Media dan seluruh elemen masyarakat. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga dan semakin banyak kegiatan positif yang bisa kita lakukan bersama,” katanya.

Semangat berbagi juga hadir dalam peringatan tersebut. Ketua AMI Kepri Kurnia Fajrison memberikan bantuan beras kepada para tamu undangan.

Kurnia mengatakan berbagi merupakan salah satu bentuk kepedulian yang dapat diteladani dari Rasulullah. Karena itu, peringatan Maulid menurut dia tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga kepedulian terhadap orang lain.

“Kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah momentum yang sangat baik bagi kita untuk kembali mengingat keteladanan Nabi Besar Muhammad SAW. Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk saling membantu, berbagi dan memperhatikan sesama,” kata Kurnia.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberi manfaat bagi penerimanya sekaligus menjadi bagian dari semangat berbagi.

“Di bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini, saya berharap kita semua yang hadir mendapatkan keberkahan serta syafaat Rasulullah SAW. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Panitia kegiatan, Haris Armanda, mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu dan pihak yang mendukung pelaksanaan acara. Menurut dia, kehadiran berbagai unsur masyarakat membuat peringatan Maulid tersebut semakin bermakna.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Kehadiran bapak dan ibu semua menjadi kebahagiaan bagi kami,” kata Haris.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan ilmu dan keberkahan, tetapi juga memperkuat hubungan antarmasyarakat.

“Harapan kami, setelah kegiatan ini kita tidak hanya mendapatkan ilmu dan keberkahan, tetapi juga semakin kuat dalam menjalin silaturahmi dan semakin peduli terhadap sesama,” pungkasnya. (*)

banner 325x300
Carousels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *