Batam  

Pemko Batam Siapkan 52.835 Seragam Gratis untuk Siswa Baru

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad bersama siswa Sekolah Dasar (SD). Amsakar mengatakan pembagian seragam sekolah gratis untuk murid SD dan pelajar SMP akan dilakukan pada bulan September. Foto. Ilustrasi/MC Batam.
banner 120x600
banner 468x60

berita1.id, Batam – Kabar baik bagi orang tua siswa baru di Kota Batam. Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali melanjutkan program seragam sekolah gratis bagi siswa baru jenjang SD dan SMP pada tahun ajaran 2026/2027.

Sebanyak 52.835 siswa baru akan menjadi penerima program yang menjadi salah satu prioritas Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra tersebut. Program ini diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran keluarga sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan.

banner 325x300

“Program ini merupakan komitmen kami bersama Ibu Li Claudia agar tidak ada orang tua yang terbebani biaya seragam ketika anaknya memasuki tahun ajaran baru. Pemerintah harus hadir memberikan solusi sekaligus memastikan seluruh anak dapat bersekolah dengan nyaman,” ujar Amsakar.

Menurut Amsakar, pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Karena itu, pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

Pada tahun ajaran 2026/2027, Pemko Batam menyiapkan 26.334 set seragam sekolah dan 26.334 baju Melayu untuk siswa baru SD. Sementara untuk jenjang SMP disiapkan 26.501 set seragam sekolah dan 26.501 baju Melayu.

Dengan program tersebut, sebanyak 52.835 siswa baru SD dan SMP akan mendapatkan bantuan seragam. Masing-masing siswa menerima dua set seragam sekolah.

Program ini mencakup siswa baru di sekolah negeri maupun sekolah swasta yang berpartisipasi. Pemko Batam berharap bantuan tersebut dapat mengurangi pengeluaran orang tua saat memasuki tahun ajaran baru.

Dana yang sebelumnya harus disiapkan untuk membeli seragam dapat dialihkan orang tua untuk memenuhi kebutuhan pendidikan lainnya.

Meski tahun ajaran baru 2026/2027 telah dimulai sejak 20 Juli 2026, seragam gratis tersebut belum langsung dibagikan kepada siswa.

Saat ini, Pemko Batam masih melakukan pendataan ukuran seragam masing-masing siswa penerima. Proses distribusi diperkirakan berlangsung pada akhir September atau awal Oktober 2026.

Amsakar pun meminta sekolah tidak membebani orang tua siswa baru dengan kewajiban membeli atau menggunakan seragam tertentu sebelum bantuan dari pemerintah diterima.

“Dengan demikian, kami mengimbau kepada seluruh kepala sekolah di tingkat SD dan SMP negeri dan swasta untuk tidak memaksakan siswa baru untuk menggunakan seragam sekolah sampai dengan seragam gratis didistribusikan,” kata Amsakar.

Ia menegaskan, program seragam gratis bukan sekadar bantuan perlengkapan sekolah. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan setiap anak di Batam memperoleh kesempatan pendidikan yang setara.

Dengan tersedianya seragam gratis, siswa diharapkan dapat mengikuti kegiatan belajar dengan nyaman tanpa terkendala kebutuhan perlengkapan sekolah.

Komitmen Pemko Batam terhadap sektor pendidikan tidak berhenti pada program seragam gratis. Pada 2026, pemerintah juga menjalankan berbagai pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pendidikan di Kota Batam.

Pembangunan tersebut mencakup unit sekolah baru, ruang kelas, laboratorium, toilet, hingga rehabilitasi ruang belajar di sejumlah SD dan SMP.

Menurut Amsakar, pembangunan infrastruktur pendidikan diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

“Kami ingin setiap anak di Batam memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang. Pendidikan adalah fondasi kemajuan daerah. Karena itu, pemerintah akan terus hadir melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Amsakar. (*)

banner 325x300
Carousels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *