Batam  

Kecamatan Nongsa Ukir Prestasi di BIA 2026, TRANTIB ON CALL Jadi Andalan

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Forkopimda Batam dan pemenang BIA 2026 usai penyerahan piala dan piagam di Auditorium Politeknik Negeri Batam, Kamis (10/9/2026). Foto. HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA
banner 120x600
banner 468x60

berita1.id, Batam – Kecamatan Nongsa kembali menorehkan prestasi di tingkat Kota Batam. Kali ini, Kecamatan Nongsa berhasil meraih Juara III kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Terinovatif dalam ajang Batam Innovation Award (BIA) 2026.

Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas komitmen Kecamatan Nongsa dalam mendorong inovasi, memperkuat tata kelola pemerintahan, sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, responsif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

banner 325x300

Dalam kategori OPD Terinovatif, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam keluar sebagai Juara I. Posisi Juara II diraih Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam. Sementara Kecamatan Nongsa menempati posisi ketiga, disusul Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batam sebagai Juara Harapan.

Prestasi Kecamatan Nongsa tersebut tidak lepas dari dua inovasi yang diusung dalam ajang BIA 2026, yakni TRANTIB ON CALL dan Web Dashboard Sistem Informasi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Nongsa (SIMANTAB NONGSA).

Kedua inovasi itu dikembangkan untuk memperkuat pelayanan di bidang ketenteraman dan ketertiban masyarakat. Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu kunci, mulai dari percepatan penyampaian informasi, pengelolaan pengaduan, hingga koordinasi dan tindak lanjut persoalan di lapangan.

TRANTIB ON CALL dirancang untuk mendukung respons cepat terhadap berbagai persoalan ketenteraman dan ketertiban di wilayah Kecamatan Nongsa. Inovasi tersebut sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah, petugas di lapangan, dan masyarakat.

Sedangkan SIMANTAB NONGSA hadir dalam bentuk web dashboard yang mengintegrasikan data dan informasi ketenteraman serta ketertiban. Sistem ini membantu proses monitoring, pengelolaan informasi, hingga pengambilan keputusan agar dapat dilakukan secara lebih sistematis dan terukur.

Camat Nongsa, Amuri, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Kecamatan Nongsa, kelurahan, serta berbagai pihak yang selama ini mendukung pelayanan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan melakukan perbaikan dalam pelayanan kepada masyarakat. Prestasi ini bukan hanya milik Kecamatan Nongsa, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran dan dukungan masyarakat,” ujar Amuri.

Menurutnya, kehadiran TRANTIB ON CALL dan SIMANTAB NONGSA merupakan bagian dari upaya Kecamatan Nongsa menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, terintegrasi, dan responsif.

“Kehadiran TRANTIB ON CALL dan SIMANTAB NONGSA merupakan bagian dari ikhtiar kami untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, terintegrasi, responsif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” lanjutnya.

Amuri menegaskan, penghargaan tersebut tidak akan menjadi titik akhir. Sebaliknya, capaian itu diharapkan menjadi pemicu bagi aparatur Kecamatan Nongsa untuk terus membangun budaya inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Inovasi, kata dia, tidak semata-mata dipandang sebagai program atau terobosan untuk meraih penghargaan. Lebih dari itu, inovasi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan.

Semangat tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dalam ajang BIA 2026. Ia menilai pola kerja konvensional tidak lagi cukup untuk menjawab tuntutan masyarakat di tengah perkembangan era digital.

“Di era saat ini, tanpa inovasi kita akan sangat lambat dan tidak responsif. Kerja berorientasi inovasi inilah yang memberikan nilai tambah (added value) serta efisiensi nyata bagi pelayanan masyarakat. Inovasi yang diciptakan pun harus berdampak positif untuk masyarakat,” tegas Amsakar.

Menurut Amsakar, penguatan inovasi dan digitalisasi pelayanan publik menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan Kota Batam.

Berbagai langkah digitalisasi telah diterapkan dalam pelayanan pemerintahan dan penguatan perekonomian daerah, termasuk kemudahan layanan investasi, optimalisasi pendapatan daerah melalui penerapan tapping box, hingga digitalisasi perizinan melalui Indonesia Batam Online Single Submission (I-BOSS).

Ia menyebutkan, realisasi investasi Batam pada Semester I 2026 telah mencapai sekitar Rp35 triliun. Pada periode yang sama, pertumbuhan ekonomi Batam disebut mencapai 7,25 persen.

Amsakar berharap BIA 2026 tidak berhenti sebagai ajang pemberian penghargaan. Lebih jauh, ajang tersebut diharapkan mampu menularkan budaya inovasi kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Batam.

“Ajang BIA 2026 ini diharapkan mampu menyebarkan semangat Need for Achievement (n-Ach) atau motivasi berprestasi ke seluruh jajaran ASN Pemko Batam. Dengan kerja cerdas dan kolaborasi bersama Forkopimda serta seluruh elemen masyarakat, Batam siap membawa inovasi daerah ini bersaing di tingkat nasional,” kata Amsakar.

Bagi Kecamatan Nongsa, capaian Juara III OPD Terinovatif menjadi modal untuk terus bergerak. TRANTIB ON CALL dan SIMANTAB NONGSA akan terus disempurnakan, sembari mendorong lahirnya inovasi baru yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Penghargaan BIA 2026 pun diharapkan bukan sekadar menjadi sebuah pencapaian, melainkan pemacu bagi Kecamatan Nongsa untuk terus beradaptasi, berkolaborasi, dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin efektif di tengah tuntutan masyarakat yang terus berkembang. (*)

banner 325x300
Carousels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *