berita1.id, Batam – Sosok AKP Cindo Kotta, sebagai Kapolsek Lubuk Baja semakin lekat dengan masyarakat. Alih-alih hanya berkutat di balik meja, ia memilih turun langsung ke lapangan bersama personelnya untuk menyambangi warga sekaligus memastikan situasi keamanan di wilayah hukum Polsek Lubuk Baja tetap kondusif.
Hampir setiap hari, patroli dilakukan dengan menyasar sejumlah titik yang dinilai membutuhkan perhatian. Mulai dari kawasan pertokoan, pusat keramaian, permukiman warga hingga pelabuhan rakyat.
Namun, patroli bagi AKP Cindo bukan semata-mata soal memantau keamanan. Di sela-sela kegiatan tersebut, ia bersama personel juga menyempatkan diri berkomunikasi dan menyapa masyarakat. Dari obrolan sederhana itu, berbagai keluhan dan persoalan di lingkungan warga bisa didengar secara langsung.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa polisi selalu ada, baik saat menjaga keamanan maupun ketika warga membutuhkan bantuan,” ujar AKP Cindo.
Pendekatan tersebut perlahan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kehadiran polisi yang rutin menyambangi lingkungan membuat warga merasa lebih tenang. Bahkan, komunikasi langsung dengan personel kepolisian membuat masyarakat lebih mudah menyampaikan persoalan yang terjadi di lingkungan mereka.
“Sekarang kami merasa lebih diperhatikan. Kalau ada polisi yang rutin datang dan menyapa warga, tentu kami merasa lebih aman. Kami juga jadi tidak sungkan menyampaikan kalau ada persoalan di lingkungan,” ujar Arifin, salah seorang warga Lubuk Baja.
Kedekatan itu tak berhenti pada kegiatan patroli. Kepedulian terhadap masyarakat juga ditunjukkan melalui kegiatan sosial.
AKP Cindo bersama personelnya beberapa kali memberikan bantuan berupa paket sembako dan santunan kepada warga yang membutuhkan. Bagi masyarakat kurang mampu, bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian yang memiliki arti tersendiri.
“Bantuan yang diberikan sangat membantu. Mungkin bagi sebagian orang nilainya tidak seberapa, tetapi bagi kami yang sedang membutuhkan, perhatian seperti ini sangat berarti. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan,” kata Rahmat, warga lainnya.
Bagi AKP Cindo, tugas seorang polisi tidak berhenti pada penegakan hukum. Polisi juga memiliki tanggung jawab untuk menjadi pelindung, pengayom sekaligus sahabat masyarakat.
Karena itu, kegiatan patroli dan aksi sosial berjalan beriringan. Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan. Komunikasi yang terbangun dengan baik memungkinkan berbagai persoalan di lingkungan diketahui lebih awal, sehingga dapat ditangani sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas.
“Polisi harus hadir di tengah masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa mengetahui persoalan yang terjadi dan bersama-sama mencari solusinya,” ujarnya.
Pola pendekatan tersebut membuat aktivitas personel Polsek Lubuk Baja tidak hanya diisi dengan pemantauan situasi. Dialog dengan warga menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan di lapangan.
Bagi masyarakat, kehadiran polisi pun akhirnya tidak lagi identik hanya ketika terjadi tindak kriminalitas. Polisi hadir dalam keseharian, menyapa, mendengar keluhan, memberikan rasa aman hingga membantu warga yang membutuhkan.
Warga berharap pola pelayanan yang humanis tersebut terus dipertahankan. Mereka menilai, sikap polisi yang mau turun langsung dan berkomunikasi dengan masyarakat menjadi salah satu cara efektif untuk membangun kepercayaan.
Bagi AKP Cindo, keamanan wilayah bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Peran serta masyarakat dan komunikasi yang terjalin baik menjadi bagian penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif.
Karena itu, ia bersama personelnya berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui patroli, komunikasi maupun kegiatan sosial. “Kepercayaan masyarakat merupakan modal penting bagi kami dalam menjalankan tugas,” katanya.
Semangat tersebut sejalan dengan arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya kehadiran polisi di tengah masyarakat.
Dalam Rilis Akhir Tahun Polri 2025, Kapolri menegaskan komitmen Polri untuk hadir mendengar aspirasi dan keluhan masyarakat secara langsung serta menjadi pihak terdepan dalam melindungi dan menolong masyarakat, khususnya masyarakat kecil dan kelompok rentan.
Bagi warga Lubuk Baja, sosok AKP Cindo bersama personelnya menjadi gambaran bahwa menjaga keamanan tak selalu harus dilakukan dengan pendekatan formal.
Kadang, rasa aman tumbuh dari hal sederhana: polisi yang datang menyapa, mau mendengar, hadir ketika dibutuhkan dan menunjukkan kepedulian kepada masyarakat.
Dari patroli hingga aksi sosial, AKP Cindo memilih satu cara untuk membangun kamtibmas: hadir lebih dekat dengan warga. (*)



















