berita1.id, Batam – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Batam menggandeng Institut Teknologi dan Bisnis Indobaru Nasional (IIBN) Batam untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) insan pers. Salah satu bentuk kerja sama tersebut diwujudkan melalui program beasiswa bagi 10 anggota PWI Batam yang ingin melanjutkan pendidikan di IIBN.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PWI Batam dan IIBN Batam di lantai 2 Kampus IIBN Batam Center, Jumat (21/8). Kolaborasi tersebut mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengembangan SDM, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Rektor IIBN Batam Dr Jontro Simanjuntak SE MM mengatakan, program beasiswa tersebut merupakan bentuk komitmen kampus untuk ikut meningkatkan kualitas SDM, khususnya di kalangan insan pers. “Kerja sama ini tidak hanya memberikan manfaat bagi Kampus IIBN Batam, tetapi juga bagi masyarakat luas melalui pengembangan media yang lebih baik dan mendukung kebebasan pers yang bertanggung jawab,” ujar Jontro.
Program beasiswa tersebut diberikan dengan skema potongan biaya pendidikan yang berbeda bagi 10 penerima. Penerima pertama mendapatkan pembebasan 100 persen biaya awal pendaftaran dan biaya kuliah semester 1 hingga semester 7.
Penerima kedua memperoleh potongan 75 persen. Sementara penerima ketiga dan keempat mendapatkan potongan 50 persen, penerima kelima dan keenam memperoleh potongan 30 persen, serta penerima ketujuh hingga kesepuluh mendapatkan potongan 25 persen.
Potongan tersebut berlaku untuk biaya awal pendaftaran dan biaya kuliah semester 1 hingga semester 7 sesuai dengan ketentuan program beasiswa yang disepakati.
Ketua PWI Batam Muhamad A. Khafi Anshary mengatakan, kerja sama tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara dunia akademik dan profesional. Menurutnya, perubahan teknologi dan industri media yang berlangsung cepat menuntut wartawan untuk terus meningkatkan kemampuan.
“Kemitraan ini diharapkan mampu menghasilkan penelitian berkualitas yang mendukung pengembangan pers nasional, sekaligus mempersiapkan generasi muda yang lebih kompeten dalam menghadapi tantangan di dunia jurnalistik,” kata Khafi.
Khafi mengapresiasi langkah IIBN Batam yang memberikan kesempatan kepada anggota PWI Batam untuk melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa tersebut. Ia menilai peningkatan kapasitas wartawan tidak hanya berpengaruh terhadap pengembangan karier, tetapi juga berkaitan langsung dengan kualitas informasi yang diterima masyarakat.
“Wartawan tidak bisa berhenti belajar. Perubahan di dunia media sangat cepat, sehingga peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan agar wartawan tetap mampu menghasilkan informasi yang berkualitas,” ujarnya.
Selain program beasiswa, ruang lingkup kerja sama PWI Batam dan IIBN Batam meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan dunia usaha dan peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kedua pihak juga membuka peluang untuk mengembangkan program pendidikan dan penelitian yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Kerja sama tersebut berlaku selama tiga tahun sejak penandatanganan MoU.
Bagi insan pers, kolaborasi ini dinilai relevan dengan perubahan ekosistem media yang semakin dinamis. Kehadiran teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), perubahan pola konsumsi informasi, hingga derasnya arus informasi membuat wartawan dituntut memiliki kompetensi yang semakin beragam.
Kemampuan jurnalistik saja dinilai tidak lagi cukup. Wartawan juga perlu memahami teknologi, data, bisnis, hukum, sekaligus tetap menjunjung tinggi etika profesi dan prinsip jurnalistik.
Sementara itu, IIBN Batam memiliki sejumlah program studi jenjang sarjana yang dapat menjadi pilihan bagi anggota PWI Batam, di antaranya S1 Bisnis Digital, S1 Kewirausahaan, S1 Sistem Informasi, dan S1 Hukum Bisnis.
PWI Batam dan IIBN Batam berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan MoU. Berbagai program lanjutan diharapkan dapat direalisasikan sehingga manfaatnya dirasakan anggota PWI, mahasiswa, civitas akademika, maupun masyarakat luas.
Pada akhirnya, peningkatan kompetensi insan pers diharapkan turut mendorong lahirnya karya jurnalistik yang semakin informatif, kritis, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. (*)



















