Waduk Nongsa Surut, BP Batam Genjot Interkoneksi Pipa

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengecek langsung kondisi Waduk Nongsa. BP Batam berupaya menambah debit air dari embung Kebun Raya Nongsa dan mengoptimalkan sistem booster untuk menjaga pasokan ke masyarakat. Foto. Humas BP Batam.
banner 120x600
banner 468x60

berita1.id, Batam – Persoalan suplai air di kawasan Nongsa belum lepas dari bayang-bayang kondisi Waduk Nongsa yang terus menyusut. Tinggi muka air (TMA) waduk kini berada di kisaran 5,5 meter di atas permukaan laut, jauh di bawah kondisi normal yang rata-rata mencapai 10 meter.

Kondisi itu menjadi perhatian Kepala BP Batam Amsakar Achmad. Senin (5/10/2026), ia turun langsung ke Waduk Nongsa untuk melihat kondisi sumber air sekaligus merespons keluhan masyarakat yang terdampak gangguan suplai air.

banner 325x300

“Hari ini saya turun langsung agar persoalan air bagi masyarakat Nongsa bisa diatasi dengan cepat. Beberapa langkah teknis juga sudah dilakukan agar persoalan ini tidak berlarut-larut sehingga mengganggu aktivitas masyarakat,” tegas Amsakar.

Penurunan TMA tersebut cukup signifikan. Dibandingkan kondisi normal, permukaan air waduk telah turun sekitar 4,5 meter. Padahal, pada kondisi puncak, TMA Waduk Nongsa dapat mencapai sekitar 12,7 meter di atas permukaan laut.

Minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu faktor yang membuat debit air yang masuk ke waduk ikut berkurang. Imbasnya, ketersediaan air baku tertekan dan berpengaruh terhadap distribusi air kepada masyarakat di kawasan Nongsa.

Di tengah kondisi tersebut, BP Batam menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga pasokan air sekaligus mendorong kenaikan kembali TMA Waduk Nongsa.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengalirkan air dari embung yang berada di kawasan Kebun Raya Nongsa menuju Waduk Nongsa. Untuk itu, BP Batam memasang pipa interkoneksi agar air dari embung dapat memberikan tambahan debit ke waduk.

Amsakar berharap tambahan aliran tersebut secara bertahap bisa memperbaiki kondisi waduk.

“Kami berupaya mendorong debit air di waduk ini agar posisi 5,5 meter ini secara bertahap bisa meningkat. Paling tidak, dengan interkoneksi pipa ini, bisa naik satu atau dua meter,” ujarnya.

Tak berhenti di sana, pekerjaan teknis juga diarahkan pada penyambungan pipa berdiameter 250 milimeter dan 300 milimeter sebagai bagian dari sistem interkoneksi. Sambungan tersebut diharapkan membuat kerja booster lebih efektif sehingga dorongan air menuju masyarakat bisa berjalan lebih optimal.

“Kita ingin agar pekerjaan teknis ini bisa cepat selesai sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat,” kata Amsakar.

Menurut Amsakar, gangguan distribusi yang dirasakan warga saat ini tidak terlepas dari kondisi sumber air baku di Waduk Nongsa yang mengalami penurunan TMA. Karena itu, penanganannya tidak hanya membutuhkan pekerjaan teknis, tetapi juga dukungan dari sisi lain.

Di tengah upaya teknis tersebut, Amsakar mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan salat istisqa sebagai ikhtiar spiritual agar hujan segera turun.

“Ikhtiar teknis kita lakukan, mari ikhtiar spiritual juga kita lakukan agar persoalan bisa teratasi,” tutupnya. (*)

banner 325x300
Carousels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *