Batam Makin Terhubung, Konektivitas Pelabuhan Tembus Panggung Dunia

106 kunjungan kapal dan 58.237 TEUs tercatat melalui layanan direct call internasional di TPK Batu Ampar sepanjang Januari–Mei 2026. Angka tersebut menunjukkan aktivitas konektivitas perdagangan Batam yang terus bergerak. Foto. Humas BP Batam.
banner 120x600
banner 468x60

berita1.id, Batam – Batam semakin menunjukkan perannya sebagai salah satu simpul penting dalam jaringan perdagangan global. Bukan hanya karena letaknya yang berada di jalur pelayaran internasional, tetapi juga karena konektivitas kawasan ini terus berkembang, baik melalui laut maupun jaringan digital.

Perkembangan itu mendapat catatan dari UN Trade and Development (UNCTAD). Dalam laporan terbarunya, Batam masuk dalam 10 pelabuhan dengan pertumbuhan Port Liner Shipping Connectivity Index (PLSCI) tertinggi di dunia dalam rentang Kuartal II 2016 hingga Kuartal II 2026. Batam tercatat berada di posisi keenam dalam daftar tersebut.

banner 325x300

“Keunggulan geografis saja tidak cukup. Kita harus memastikan pelabuhan dan infrastruktur pendukung terbangun maksimal sehingga aktivitas investasi dan industri dapat tumbuh dan memberikan manfaat kepada ekonomi daerah dan masyarakat,” ujar Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Selasa (29/9/2026).

Catatan UNCTAD itu menggambarkan bagaimana konektivitas pelabuhan di sejumlah kawasan dunia berkembang cukup pesat dalam satu dekade terakhir. Batam menjadi bagian dari tren tersebut, bersama Malaga di Spanyol, Puerto Bolivar di Ekuador, Aliaga (Nemrut) di Turki, Zhapu di China, Chabahar di Iran, Arkhangelsk di Rusia, Port Hueneme di Amerika Serikat, Haugesund di Norwegia, dan Derince di Turki.

Bagi Batam, peningkatan konektivitas bukan sekadar angka dalam sebuah indeks. Pergerakannya mulai terlihat dari aktivitas bongkar muat dan lalu lintas kapal di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, misalnya, layanan direct call internasional di TPK Batu Ampar mencatat 106 kunjungan kapal. Angka itu meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencatat 34 kunjungan, atau tumbuh sekitar 212 persen.

Arus peti kemas melalui layanan direct call juga bergerak searah. Pada periode Januari–Mei 2026, volumenya mencapai 58.237 TEUs, naik 125 persen dibandingkan 25.904 TEUs pada periode yang sama 2025.

Angka-angka tersebut memperlihatkan semakin terbukanya akses Batam terhadap jaringan perdagangan internasional. Bagi kawasan industri dan dunia usaha, koneksi langsung semacam ini menjadi bagian penting dalam memperlancar pergerakan barang dari dan menuju Batam.

Amsakar menyebut posisi geografis Batam memang menjadi modal penting. Namun, posisi tersebut perlu ditopang infrastruktur yang mampu mengikuti kebutuhan industri yang terus berkembang.

Di sisi lain, wajah konektivitas Batam kini tidak lagi hanya ditentukan oleh kapal dan pelabuhan. Jalur digital mulai menjadi bagian lain dari infrastruktur strategis kawasan.

Hal itu ditandai dengan mendaratnya Nongsa–Changi Cable (NCC) di Batam pada 20 Juli 2026. Kabel bawah laut tersebut menghubungkan Nongsa Digital Park di Batam dengan Changi, Singapura, melalui 24 pasang serat optik.

Kehadiran NCC memperkuat hubungan digital Indonesia dan Singapura. Infrastruktur tersebut juga disiapkan untuk menopang kebutuhan pusat data, komputasi awan, kecerdasan artifisial (AI), hingga interkoneksi antarpusat data yang semakin dibutuhkan industri berbasis teknologi.

Dengan begitu, konektivitas Batam perlahan membentuk dua wajah yang saling melengkapi. Di satu sisi, pelabuhan membuka jalur bagi pergerakan barang dan perdagangan. Di sisi lain, jaringan kabel bawah laut membuka jalan bagi arus data dan ekonomi digital.

“Kita ingin Batam semakin terhubung. Bukan hanya terhubung secara fisik melalui pelabuhan dan jalur perdagangan, tetapi juga terhubung secara digital. Keduanya akan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem investasi dan industri yang memberi kemanfaatan bagi ekonomi kita,” ungkap Amsakar.

Pada akhirnya, posisi Batam sebagai kawasan strategis tidak hanya ditentukan oleh letaknya di peta. Seberapa kuat pelabuhan, jalur perdagangan, jaringan data, dan infrastruktur pendukungnya terhubung menjadi bagian penting dari bagaimana Batam memainkan perannya dalam jaringan ekonomi regional dan global. (*)

banner 325x300
Carousels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *