berita1.id, Batam – Solidaritas insan pers di Batam menguat menyusul hilangnya lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hingga kini belum diketahui keberadaannya saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepri bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam akan menggelar doa bersama untuk keselamatan delapan orang tersebut. Kegiatan dijadwalkan berlangsung di halaman Media Center DPRD Kota Batam, kawasan Alun-Alun Batam, Minggu (13/9) malam.
Doa bersama ini menjadi bentuk solidaritas sekaligus dukungan moral bagi para jurnalis, kru kapal, dan keluarga yang masih menanti kabar keberadaan mereka. Harapannya, seluruh korban segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Hingga memasuki hari keenam pencarian, keberadaan delapan orang tersebut masih belum diketahui. Mereka sebelumnya berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin sekitar pukul 07.00 WIB.
Rombongan tersebut menuju kawasan perairan Gunung Anak Krakatau untuk memantau sekaligus meliput aktivitas erupsi secara langsung.
Sekitar pukul 14.42 WIB, salah seorang jurnalis masih sempat membagikan informasi mengenai posisi terakhir rombongan kepada rekan sesama jurnalis di Lampung. Namun, sekitar pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan Muhammad Bagus Khoirunnas, jurnalis Kantor Berita ANTARA, tidak lagi dapat dilakukan.
Sekitar pukul 16.00 WIB, masih sempat muncul kabar dari rombongan. Heriyanto, pemandu wisata yang berada di kapal tersebut, mengirimkan foto kepada istrinya. Dalam pesan itu, ia menyampaikan bahwa posisi mereka berada di sekitar Gunung Anak Krakatau dan rombongan dalam kondisi aman.
Namun, setelah pesan tersebut, tidak ada lagi kabar dari rombongan. Mereka tidak kunjung kembali ke daratan dan seluruh upaya komunikasi tidak mendapatkan respons.
Kondisi tersebut kemudian memicu kekhawatiran keluarga dan rekan-rekan mereka di darat. Pihak keluarga bersama perwakilan media selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten pada keesokan harinya sekitar pukul 13.55 WIB.
Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut yakni Muhammad Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita ANTARA Biro Banten; Arie Basuki, pewarta foto senior Merdeka.com; Yudistiro Pranoto, jurnalis iNews; Firdaus Wajidi, jurnalis visual Anadolu Agency; serta Donal Husni, jurnalis lepas.
Sementara tiga kru kapal yang turut hilang yakni Warta selaku kapten atau nakhoda kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai pemandu atau guide.
Ketua PFI Kepri, Tommy Purniawan, mengatakan doa bersama tersebut digelar sebagai bentuk dukungan dan harapan agar seluruh jurnalis serta kru kapal segera ditemukan dalam kondisi selamat.
“Saya bisa merasakan betapa sedihnya keluarga teman-teman kita yang belum ditemukan hingga saat ini,” ujar Tommy.
Menurutnya, tugas jurnalistik memang menuntut seorang jurnalis berada di tengah-tengah peristiwa, termasuk ketika terjadi bencana. Namun, keselamatan tetap menjadi hal yang utama.
“Ketika yang lain menghindari bencana, jurnalis justru mendatangi. Bukan karena kami tidak takut, tapi karena kami ingin mengabarkan informasi terbaru untuk masyarakat,” katanya.
Tommy berharap proses pencarian yang dilakukan tim gabungan segera membuahkan hasil dan membawa kabar baik bagi keluarga, rekan sejawat, serta seluruh insan pers yang kini menanti kepastian keberadaan delapan orang tersebut.
Doa bersama di Batam diharapkan menjadi penguat bagi keluarga dan bentuk dukungan dari insan pers Kepri agar seluruh jurnalis dan kru kapal segera ditemukan. (*)



















