Batam  

Angela Lillo dan Perjalanan dari Batam Menuju Miss Global 2026

Angela Yovita Lillo dalam Pre Press Conference “Angela Lillo From Batam to the Global Stage” di Harris Hotel & Suites Nagoya Batam, Sabtu, (12/9). Perempuan kelahiran Batam itu akan mewakili Indonesia dalam Miss Global 2026 di Thailand.
banner 120x600
banner 468x60

berita1.id, Batam – Sebuah panggung kecil di Nagoya, Batam, menjadi titik awal perjalanan Angela Yovita Lillo menuju Thailand. Sabtu, 12 September 2026, perempuan kelahiran Batam itu berdiri di hadapan media dan sejumlah mitra dalam Pre Press Conference bertajuk “Angela Lillo From Batam to the Global Stage”. Dua pekan lagi, ia akan berhadapan dengan peserta dari puluhan negara dalam Miss Global 2026.

“Sebelum melanjutkan perjalanan jauh ke Miss Global, saya ingin mengingat kembali dari mana saya berasal. Saya ingin membawa identitas saya sebagai putri Batam ke panggung internasional,” kata Angela dalam acara di Harris Hotel & Suites Nagoya Batam itu.

banner 325x300

Kalimat tersebut menjadi benang merah perjalanan Angela. Ia tidak memilih Jakarta sebagai tempat pertama untuk memperkenalkan persiapannya. Ia pulang ke Batam, kota tempat ia lahir dan besar. Dari sini, ia akan melanjutkan perjalanan ke Thailand untuk mengikuti Miss Global 2026 yang berlangsung pada 29 September hingga 11 Oktober.

Angela terpilih melalui proses handpicked selection sebagai wakil Indonesia. Di bawah arahan National Director Miss Global Indonesia, Niel Dimitrij, ia menjalani persiapan dalam berbagai bidang yang dibutuhkan seorang peserta kontes kecantikan internasional: berjalan di atas panggung, berbicara di depan publik, menjawab pertanyaan, membangun karakter, dan menyiapkan penampilan.

Latihan itu tidak hanya melibatkan orang Indonesia. Angela berlatih catwalk bersama Dougyo, pelatih asal Brasil. Untuk public speaking dan sesi tanya jawab, ia berlatih dengan Sir Doods Domingos dari Filipina. Tim penata wajahnya juga melibatkan Adhe Putiratu, yang akan bekerja bersama penata rambut dari Thailand.

Ada alasan mengapa persiapan tersebut dilakukan lintas negara. Angela akan bertemu peserta dari sekitar 70 negara, termasuk negara-negara yang selama ini dikenal memiliki tradisi kuat dalam kompetisi kecantikan. Persaingan di panggung internasional menuntut lebih dari sekadar penampilan.

Namun Angela tidak ingin persiapan itu membuat identitas asalnya menjadi latar belakang semata. Salah satu busana yang disiapkan untuknya merupakan pertemuan dua identitas budaya. Kainnya berasal dari Batam dan dirancang Ronald Moreno. Busana itu menggabungkan unsur Batam dengan latar belakang keturunan Tionghoa yang melekat pada diri Angela.

“Di kesempatan itu, saya akan mengenakan pakaian yang mengolaborasikan dua budaya dan ras yang merepresentasikan saya sebagai anak Batam dan berketurunan Tionghoa. Kainnya dari Batam dan didesain langsung oleh Om Ronald Moreno,” ujar Angela.

Di hadapan para tamu, Angela juga mengenakan busana adat Melayu yang telah dimodifikasi. Setelah itu, ia berganti dengan modern evening gown. Dua busana tersebut seperti menggambarkan dua ruang yang hendak ia tempati sekaligus: tradisi tempat ia tumbuh dan dunia modern yang akan ia masuki.

Batam, bagi Angela, bukan sekadar alamat masa kecil. Kota ini menjadi bagian dari cara ia melihat dirinya sendiri. Karena itu, kepulangannya sebelum keberangkatan ke Thailand memiliki arti tersendiri. Ia ingin memberi ruang kepada keluarga, mentor, sahabat, dan orang-orang yang mendukungnya sejak awal untuk menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

Tema “From Batam to the Global Stage” pun terasa lebih dari sekadar nama acara. Ada jarak geografis yang hendak ditempuh Angela, tetapi ada pula identitas yang ingin tetap ia bawa ketika jarak itu semakin jauh.

Di luar kompetisi, Angela membawa isu yang lebih personal. Sebagai Duta Jantung dan Hidup Sehat, ia ingin menggunakan kesempatan di Miss Global untuk berbicara mengenai kesehatan jantung dan gaya hidup sehat.

Dengan begitu, panggung tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan Indonesia melalui busana dan budaya. Angela juga ingin membawa isu kesehatan kepada audiens yang lebih luas.

Keluarga menjadi salah satu sumber dukungan terdekatnya. Ibunya, Sri Rahayu atau Meme, mengatakan keluarga memilih berada di belakang Angela, memberikan arahan tanpa mengambil alih keputusan anaknya.

“Sebagai orang tua, kami tinggal mengarahkan dan mendukung dari belakang. Angela anak yang mandiri dan tahu apa yang sanggup dilakukannya. Ketika dia mengambil keputusan untuk ikut Miss Global, kami mendukungnya untuk bersungguh-sungguh dan bertanggung jawab,” kata Sri Rahayu.

Perjalanan itu juga ditopang sejumlah pihak di Batam dan Indonesia. Harris Hotel & Suites Nagoya Batam menjadi salah satu pendukung kegiatan Angela selama berada di Batam. Dukungan lainnya datang dari Ronald Moreno, RLUX Model, Adhe Putiratu, RS Awal Bros, Ilucent Batam, Rancak Studio, Metamorfosis, drg. Laila Ichsani, dan Oja Wedding Attire.

Batam kini tinggal menjadi satu tahap sebelum Angela memasuki rangkaian berikutnya. Pada 26 September 2026, ia akan hadir dalam National Press Conference Miss Global Indonesia 2026 di Jakarta.

Dalam konferensi tersebut, tim Miss Global Indonesia akan memperkenalkan lebih jauh persiapan Angela sekaligus memperlihatkan National Costume Indonesia yang akan dibawanya ke Thailand.

Tiga hari kemudian, perjalanan itu benar-benar berpindah ke panggung internasional. Angela akan meninggalkan Batam menuju Thailand. Ia membawa latihan berbulan-bulan, dukungan keluarga, sejumlah nama yang bekerja di belakangnya, serta identitas kota tempat ia dilahirkan.

Di panggung Miss Global nanti, Batam mungkin hanya akan disebut sebagai sebuah kota di Indonesia. Bagi Angela, kota itu lebih dari sekadar nama. Di sanalah perjalanan ini bermula. (*)

banner 325x300
Carousels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *