berita1.id, Batam – Polda Kepulauan Riau terus memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif. Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan program SABUK KAMTIBMAS yang melibatkan tokoh agama, tokoh adat, dai kamtibmas, pemuda, mahasiswa, hingga pemerintah daerah.
Program tersebut disosialisasikan Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Kepri dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Asialink Pelita, Batam, Selasa (4/8). Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi seluruh komponen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di Provinsi Kepulauan Riau.
“Melalui kolaborasi ini kami ingin memperkuat kebersamaan antara Polri, tokoh agama, tokoh adat, pemerintah daerah, hingga masyarakat agar tercipta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar Kasubdit Bhabinkamtibmas Ditbinmas Polda Kepri, Kompol Hendrianto.
Ia menjelaskan, SABUK merupakan akronim dari Sinergi, Agamis, Bersatu, Untuk Kamtibmas. Program tersebut dibangun atas kesadaran bahwa menjaga keamanan bukan semata menjadi tugas Polri, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Ditbinmas Polda Kepri juga memaparkan berbagai strategi pembinaan masyarakat yang meliputi pembinaan berkelanjutan, deteksi dan pencegahan dini gangguan kamtibmas, pembangunan kemitraan lintas sektor, penyuluhan kepada masyarakat, hingga pemberdayaan potensi masyarakat sebagai mitra Polri.
Direktur Binmas Polda Kepri, Kombes Pol. Dr. Donny Sardo Lumbantoruan, mengatakan penguatan SABUK KAMTIBMAS merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas keamanan daerah. Menurutnya, situasi kamtibmas yang aman menjadi modal penting dalam mendukung iklim investasi, pembangunan, serta terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis.
Dalam forum tersebut, Ketua Dai Kamtibmas Kepri, H. Budi Darmawan, mengajak para dai untuk terus menjadi penyampai pesan-pesan kedamaian di tengah masyarakat.
“Dai menyebar kebaikan, Kamtibmas menjaga kedamaian,” katanya.
Sementara itu, Wakil Kepala Biro Keagamaan Lembaga Adat Melayu, Dato’ H. Amir Kasim Kholil, mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya Melayu sebagai perekat persatuan masyarakat.
“Jaga asah, asih, asuh dan persatuan,” pesannya.
Kompol Hendrianto juga mengungkapkan sejumlah tantangan kamtibmas di Kepulauan Riau. Selain wilayah yang didominasi kepulauan sehingga menyulitkan jangkauan pelayanan keamanan, Kepri juga berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Kondisi tersebut membawa berbagai pengaruh budaya asing yang perlu disikapi secara bijaksana agar tidak mengikis nilai budaya dan persatuan masyarakat.
Melalui penguatan SABUK KAMTIBMAS, Polda Kepri berharap sinergi antara Polri, tokoh agama, tokoh adat, pemerintah daerah, pemuda, mahasiswa, dan masyarakat semakin kokoh sehingga keamanan dan ketertiban di Kepulauan Riau dapat terus terjaga secara berkelanjutan. (*)



















