berita1.id, Batam – Menjaga situasi tetap aman dan kondusif di tengah masyarakat tak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Kolaborasi dengan berbagai lembaga juga dibutuhkan, termasuk dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam.
Hal itu menjadi salah satu bahasan dalam silaturahmi jajaran Polsek Sekupang bersama Kemenag Kota Batam di Kantor Kemenag Sekupang, Rabu (30/9).
“Kami ingin komunikasi dan koordinasi yang sudah terjalin dapat terus diperkuat. Dengan sinergi yang baik, berbagai persoalan di tengah masyarakat bisa lebih cepat diantisipasi dan ditangani,” ujar Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait, Rabu (30/9).
Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB itu berlangsung dalam suasana akrab. Hadir Kepala Kemenag Kota Batam H. Budi Dermawan, Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait, serta Kanit Intelkam Polsek Sekupang Ipda Febriadi.
Silaturahmi tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antarlembaga. Kepolisian dan Kemenag memiliki peran yang bersinggungan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis.
Komunikasi yang terbangun diharapkan tidak berhenti pada pertemuan formal. Koordinasi antarlembaga dinilai penting untuk mendeteksi berbagai persoalan sosial sejak dini, sekaligus mencari langkah penyelesaian melalui kerja sama.
Bagi kepolisian, dukungan dan komunikasi dengan unsur keagamaan juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan masyarakat yang aman dan tertib. Sementara Kemenag memiliki peran dalam pembinaan kehidupan keagamaan serta pelayanan masyarakat di bidang keagamaan.
Karena itu, kedua pihak berkomitmen menjaga komunikasi tetap berjalan. Informasi mengenai persoalan yang berkembang di masyarakat diharapkan dapat disampaikan secara cepat sehingga langkah antisipasi bisa dilakukan bersama.
Pertemuan berlangsung lancar dan penuh keakraban. Silaturahmi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Polsek Sekupang dan Kemenag Batam memperkuat kolaborasi untuk menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat. (*)



















