Jalan Gajah Mada Kembali Diperbaiki, BP Batam Siapkan Penguatan Tanah

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait.
banner 120x600
banner 468x60

berita1.id, Batam – Persoalan Jalan Gajah Mada, tepatnya di kawasan tanjakan Hotel Vista, belum sepenuhnya tuntas. Badan Pengusahaan (BP) Batam masih harus berhadapan dengan persoalan yang tidak terlihat di permukaan: pergerakan tanah di bawah badan jalan.

Kondisi itu membuat jalan yang sebelumnya telah diperbaiki kembali mengalami perubahan bentuk. Perbaikan badan jalan bahkan sudah dilakukan dua kali, namun pergerakan tanah yang masih berlangsung membuat kerusakan kembali muncul.

banner 325x300

“Persoalannya bukan hanya pada badan jalan. Dari hasil kajian, terdapat pergerakan tanah di bawah permukaan sehingga penanganannya juga harus dilakukan terhadap struktur tanahnya,” ujar Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait.

Persoalan di lokasi tersebut sebenarnya sudah ditangani secara bertahap dalam sekitar satu tahun terakhir. Namun, hasil evaluasi menunjukkan bahwa memperbaiki permukaan jalan saja tidak cukup. Ada lapisan tanah di bawahnya yang terus bergerak dan memengaruhi konstruksi jalan.

BP Batam bersama konsultan kemudian melakukan serangkaian kajian untuk mengetahui penyebab sekaligus pola pergerakan tanah. Pemeriksaan dilakukan melalui pengukuran kondisi tanah dan pemantauan di sejumlah titik.

Hasil kajian mengindikasikan adanya pergerakan atau sliding pada kedalaman sekitar delapan meter. Untuk mengetahui seberapa jauh pergerakan tersebut berlangsung, BP Batam memasang pemantauan di sekitar 50 titik.

Hasilnya menunjukkan pergerakan tanah dengan besaran yang tidak sama di setiap titik. Ada lokasi yang hanya bergerak beberapa milimeter, sementara titik lainnya menunjukkan pergerakan hingga belasan sentimeter.

Menurut Ariastuty, perbedaan pergerakan di masing-masing titik menjadi salah satu alasan penanganan tidak bisa dilakukan secara serampangan.

“Pemantauan di 50 titik ini penting untuk melihat bagaimana pola pergerakannya. Karena setiap titik menunjukkan pergerakan yang berbeda, kita perlu memastikan penanganan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kondisi tanah di lapangan,” katanya.

Dari kajian teknis, kondisi lapisan tanah lunak serta perubahan beban dan kandungan air menjadi sejumlah faktor yang ikut diperhatikan. Namun, penyebab dan desain penanganan masih menunggu finalisasi hasil kajian konsultan.

BP Batam sebelumnya juga telah melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak pergerakan tanah. Salah satunya dengan mengatur aliran air di sekitar lokasi untuk mengurangi beban air yang bekerja pada tanah.

Namun, upaya tersebut belum mampu menghentikan pergerakan tanah sepenuhnya. Karena itu, penanganan berikutnya diarahkan pada penguatan struktur tanah, bukan hanya kembali mengaspal atau memperbaiki badan jalan.

Salah satu opsi yang kini dikaji adalah pemasangan sheet pile secara rapat. Struktur tersebut diharapkan dapat menjadi penahan pergerakan tanah sebelum pekerjaan perbaikan badan jalan dilakukan.

“Prinsipnya, pergerakan tanah harus kita stabilkan terlebih dahulu. Setelah itu baru dilakukan pekerjaan pada badan jalan. Jadi, kita tidak hanya menangani dampak di permukaan, tetapi juga memperkuat struktur yang menahan pergerakan tanah,” jelas Ariastuty.

Sebelumnya, sistem piling juga telah diterapkan di lokasi tersebut. Namun, evaluasi teknis menunjukkan adanya celah di antara pancang yang masih memungkinkan tanah dan air bergerak. Kondisi itu kemudian menjadi pertimbangan untuk mencari sistem penguatan yang lebih sesuai.

Selain penguatan struktur, BP Batam juga mengkaji opsi mengurangi beban tanah di sekitar lokasi. Langkah awal tersebut diharapkan dapat mengurangi tekanan pada bidang tanah yang sedang bergerak sembari menunggu pekerjaan utama dilakukan.

Untuk pemasangan sheet pile dan perbaikan badan jalan, BP Batam masih harus menuntaskan sejumlah tahapan. Mulai dari perhitungan kebutuhan pekerjaan dan biaya hingga proses administrasi, penganggaran, serta pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ariastuty memastikan penanganan Jalan Gajah Mada terus didorong dengan mempertimbangkan hasil kajian teknis dan tahapan administrasi yang diperlukan.

“Kami memahami kondisi Jalan Gajah Mada ini menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara tepat berdasarkan kajian. Targetnya bukan sekadar memperbaiki jalan, tetapi memastikan kondisi tanah yang menjadi dasar jalan juga ditangani,” pungkasnya. (*)

banner 325x300
Carousels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *