Data Centre Bakal Wajib Punya SWRO, Kapasitas Air Ditargetkan 1.000 Liter per Detik

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad.
banner 120x600
banner 468x60

berita1.id, Batam – Pertumbuhan industri data centre di Batam bakal diiringi kewajiban menyediakan sumber air secara mandiri. Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad mendorong setiap pengembangan data centre, khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa dan kawasan industri Kabil, membangun instalasi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau desalinasi air laut.

“Kita ingin investasi tumbuh, tetapi kebutuhan pendukungnya juga harus dipikirkan. Karena itu, untuk industri yang membutuhkan air dalam jumlah besar, kita dorong adalah bagaimana mereka memiliki sumber air sendiri melalui teknologi SWRO,” ujar Amsakar di Batam Centre, Rabu (23/9).

banner 325x300

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya BP Batam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan investasi dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Dengan menggunakan air laut yang diolah melalui SWRO, kebutuhan operasional data centre diharapkan tidak menambah beban terhadap sumber air baku dari waduk yang selama ini menjadi salah satu penopang kebutuhan air masyarakat Batam.

Amsakar mengatakan, setiap investasi data centre ke depan akan diarahkan untuk memiliki instalasi SWRO secara mandiri. Skema tersebut dinilai penting karena kebutuhan air data centre tergolong besar dan akan terus meningkat seiring bertambahnya investasi di sektor tersebut.

Dari sekitar 10 rencana pengembangan data centre di Batam, satu di antaranya telah beroperasi. Pengelola data centre tersebut disebut telah menyambut baik dorongan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan air secara mandiri melalui pembangunan SWRO.

Pengembangan serupa juga diarahkan untuk data centre lainnya yang akan masuk ke Batam. Dengan demikian, pertumbuhan industri data centre dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.

Dalam dua hingga tiga tahun mendatang, kapasitas produksi air melalui SWRO di Batam diproyeksikan mencapai sekitar 750 liter per detik pada tahap awal. Kapasitas tersebut kemudian ditargetkan meningkat hingga sekitar 1.000 liter per detik melalui pembangunan instalasi SWRO di dua kawasan, yakni KEK Nongsa dan kawasan industri Kabil.

“Ini betul-betul komplementer, saling melengkapi antara kebijakan kita dengan kepentingan pelaku usaha, tanpa mengganggu kapasitas produksi waduk untuk masyarakat ke depan,” katanya.

Selain untuk memenuhi kebutuhan industri, pengembangan SWRO juga membuka peluang tambahan sumber air untuk masyarakat. Namun, pemanfaatan air hasil desalinasi untuk kebutuhan rumah tangga akan bergantung pada kapasitas produksi, kualitas air hasil pengolahan, serta kesiapan jaringan distribusi.

Amsakar mengatakan, peluang tersebut tetap terbuka apabila produksi air SWRO nantinya melebihi kebutuhan operasional data centre. Air hasil pengolahan dapat dipertimbangkan untuk dimanfaatkan lebih luas, selama aspek teknis dan infrastrukturnya memenuhi persyaratan.

Jadi bukan hanya industrinya yang kita pikirkan. Kita juga melihat bagaimana investasi ini bisa memberikan manfaat yang lebih luas. Kalau kapasitasnya memungkinkan dan infrastrukturnya siap, tentu ada peluang untuk dimanfaatkan bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Amsakar, pendekatan tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk mencari sumber air baru di tengah meningkatnya kebutuhan Batam sebagai kawasan investasi sekaligus kota yang terus berkembang.

Di sisi lain, keberadaan data centre dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat struktur ekonomi Batam. Pertumbuhan sektor tersebut berpotensi mendorong aktivitas konstruksi, membuka kebutuhan tenaga kerja profesional, serta menggerakkan berbagai sektor pendukung lainnya.

Dengan kewajiban penyediaan sumber air secara mandiri, BP Batam berharap ekspansi data centre tidak hanya memperkuat investasi, tetapi juga tetap menjaga keberlanjutan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Batam. (*)

banner 325x300
Carousels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *