Bawa 10,8 Juta Batang Rokok Ilegal, KM Suvanna Ditangkap di Perairan Aceh

Sebanyak 10,85 juta batang rokok ilegal menjadi barang bukti dalam penangkapan KM Suvanna GT 76 oleh Tim Patroli Laut BC 30004.
banner 120x600
banner 468x60

berita1.id, Aceh – Upaya penyelundupan jutaan batang rokok ilegal melalui jalur laut kembali digagalkan aparat Bea Cukai. Kali ini, tim gabungan Bea Cukai Aceh menangkap kapal kayu KM Suvanna GT 76 yang mengangkut sekitar 10.850.000 batang rokok tanpa pita cukai di perairan Tanjung Jambo Aye, Aceh Utara, Jumat (30/10).

Dalam penindakan tersebut, petugas turut mengamankan lima orang awak kapal berinisial W, R, E, FA, dan EK untuk menjalani pemeriksaan awal. Kapal tersebut ditangkap oleh Tim Patroli Laut BC 30004 setelah dicurigai saat melintas di perairan tersebut. Ketika dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan muatan rokok merek HD yang tidak dilekati pita cukai.

banner 325x300

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Aceh, Leni Rahmasari, mengatakan penindakan tersebut merupakan hasil koordinasi dan sinergi sejumlah unit Bea Cukai dalam memperketat pengawasan jalur laut di wilayah Aceh.

“Penindakan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memperkuat pengawasan perairan Aceh. Melalui sinergi Kanwil Bea Cukai Aceh, Bea Cukai Lhokseumawe, dan PSO Bea Cukai Lhokseumawe, kami terus meningkatkan patroli laut guna mencegah masuk dan beredarnya barang ilegal sekaligus melindungi masyarakat serta mengamankan penerimaan negara,” ujar Leni.

Dari hasil penindakan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, satu unit KM Suvanna GT 76, sekitar 10,85 juta batang rokok merek HD tanpa pita cukai, lima paspor awak kapal, lima unit telepon genggam, satu unit telepon satelit, serta dokumen manifest kapal.

Seluruh barang bukti bersama kapal dan lima awaknya kemudian dibawa ke Dermaga PSO Bea Cukai Lhokseumawe. Langkah tersebut dilakukan untuk pemeriksaan awal sekaligus proses penanganan lebih lanjut.

Bea Cukai menegaskan, pengawasan melalui patroli laut akan terus diperkuat, khususnya di wilayah perairan Aceh yang menjadi salah satu jalur pengawasan kepabeanan dan cukai. Sinergi antarunit juga terus ditingkatkan guna mencegah peredaran barang ilegal yang berpotensi merugikan negara. (*)

banner 325x300
Carousels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *