BP Batam Perkuat Budaya K3, Pegawai Dibekali Kompetensi Keselamatan Kerja

Direktur Utama PT Bhakti Tidar Nusantara (Bhatara) Batam, Dwifung Wirajaya Saputra memberikan cendera mata kepada Kepala Bagian Perencanaan, Pengembangan dan Administrasi SDM BP Batam, Santo Prastowo, usai pembukaan Pelatihan dan Sertifikasi BNSP K3 Konstruksi, K3 Lingkungan, dan K3 Listrik di Hotel Santika, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat kompetensi pegawai dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Foto. Humas BP Batam.
banner 120x600
banner 468x60

berita1.id, Batam – Keselamatan kerja bukan sekadar urusan memakai alat pelindung diri. Kemampuan mengenali potensi bahaya, memahami risiko, dan mengambil langkah pencegahan menjadi bagian penting untuk memastikan setiap pekerjaan berjalan aman. Hal inilah yang menjadi perhatian Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui pelatihan dan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan ini jangan berhenti pada sertifikat, tetapi harus benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan begitu, manfaatnya tidak hanya dirasakan peserta, tetapi juga berdampak pada peningkatan kinerja organisasi,” ujar Kepala Bagian Perencanaan, Pengembangan dan Administrasi SDM BP Batam, Santo Prastowo saat membuka Pelatihan dan Sertifikasi BNSP K3 Konstruksi, K3 Lingkungan, dan K3 Listrik di Hotel Santika, Senin (19/10/2026).

banner 325x300

Kegiatan yang diselenggarakan Biro Sumber Daya Manusia BP Batam bekerja sama dengan LPK Bhakti Tidar Nusantara ini menjadi salah satu upaya memperkuat kompetensi pegawai dalam menerapkan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja.

Tiga bidang yang menjadi fokus pelatihan memiliki karakteristik risiko yang berbeda. Pekerjaan konstruksi menuntut kewaspadaan terhadap bahaya di lapangan, bidang lingkungan membutuhkan pemahaman terhadap potensi risiko yang berkaitan dengan aktivitas kerja, sedangkan pekerjaan kelistrikan memerlukan perhatian khusus terhadap bahaya listrik.

Melalui pembekalan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami standar keselamatan secara teori, tetapi juga mampu mengenali potensi bahaya di lingkungan kerja masing-masing. Pengetahuan mengenai risiko pekerjaan, penerapan prosedur keselamatan, hingga penggunaan alat pelindung diri menjadi bekal untuk mendukung pelaksanaan tugas yang aman dan efektif.

Bagi BP Batam, penguatan kompetensi K3 juga berkaitan dengan upaya membangun kebiasaan kerja yang lebih disiplin dan bertanggung jawab. Sebab, pencegahan kecelakaan tidak cukup hanya mengandalkan prosedur tertulis, tetapi membutuhkan pemahaman dan kepedulian setiap pegawai terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Santo berharap materi dan pengalaman yang dibagikan para narasumber dapat menjadi bekal nyata bagi peserta ketika kembali menjalankan tugas. Penerapan pengetahuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pekerjaan sekaligus meminimalkan risiko yang berpotensi menghambat kelancaran aktivitas organisasi.

Pengembangan kompetensi ini sejalan dengan komitmen Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan profesionalisme pegawai. Penguatan kapasitas tersebut diharapkan turut mendukung kinerja kelembagaan serta kualitas pelayanan BP Batam.

Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, BP Batam mendorong agar keselamatan dan kesehatan kerja tidak berhenti sebagai pemahaman di ruang pelatihan. Lebih dari itu, prinsip K3 diharapkan menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari, sehingga setiap tugas dapat dilaksanakan dengan lebih aman, terukur, dan bertanggung jawab. (*)

banner 325x300
Carousels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *