Nyanyang Haris Pratamura : HKTI Harus Jadi Motor Penggerak Petani dan Nelayan

banner 120x600
banner 468x60

Batam-(Berita1.id)- Pengurus baru Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepulauan Riau langsung dihadapkan pada tantangan besar. Di tengah tingginya ketergantungan daerah terhadap pasokan pangan dari luar, organisasi itu diminta menjadi penggerak utama dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.

Ketua DPD HKTI Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan pelantikan pengurus DPD HKTI Kepri dan DPC HKTI kabupaten/kota pada Senin, 29 Juni 2026, menjadi awal konsolidasi organisasi untuk mendukung berbagai program strategis pemerintah.

banner 325x300

“Ini menjadi kekuatan baru bagi kami untuk bersama-sama mengawal program pemerintah,” kata Nyanyang usai pelantikan.

Menurut Wakil Gubernur Kepulauan Riau itu, Kepri masih menghadapi persoalan ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah. Padahal, potensi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dinilai cukup besar untuk dikembangkan.

Karena itu, HKTI Kepri akan memfokuskan program kerja pada peningkatan produksi pangan yang disesuaikan dengan kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami fokus pada pengembangan peternakan ayam, produksi telur, dan sayur-mayur agar mampu memenuhi kebutuhan program MBG,” ujarnya.

Selain mendukung MBG, HKTI Kepri juga akan mengawal sejumlah program pemerintah lainnya, seperti Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, dan pengembangan Kampung Nelayan.

“Semua program itu akan kami kawal bersama HKTI provinsi maupun kabupaten/kota agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Nyanyang.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan HKTI memiliki peran strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan petani. Organisasi itu, kata dia, tidak hanya bertugas menyosialisasikan program pemerintah, tetapi juga membawa berbagai persoalan petani dan nelayan di daerah agar mendapat solusi dari pemerintah pusat.

“Peran HKTI adalah mengadvokasi. Menyampaikan program pemerintah kepada masyarakat sekaligus membawa aspirasi dan persoalan yang dihadapi petani ke pemerintah pusat,” ujarnya.

Sudaryono menilai Kepulauan Riau tetap memiliki peluang mengembangkan sektor pangan meski bukan daerah agraris. Selain budidaya padi dan hortikultura, sektor kelautan dan perikanan dinilai menjadi kekuatan utama yang dapat menopang ketahanan pangan daerah.

Menurut dia, masyarakat Kepri juga mulai mengembangkan pertanian modern melalui sistem greenhouse. Namun, tantangan seperti distribusi pupuk, pemasaran hasil panen, dan penyediaan sarana produksi masih perlu mendapat perhatian.

“Di situlah HKTI hadir untuk mendampingi dan membantu menyelesaikan persoalan tersebut,” kata Sudaryono.

Melalui kepengurusan baru, HKTI Kepri menargetkan peningkatan produksi pangan daerah sekaligus mendorong kesejahteraan petani dan nelayan. Organisasi itu berharap sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dapat mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar serta memperkuat ketahanan pangan di Kepulauan Riau.(S)

 

Redaksi

banner 325x300
Carousels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *