Batam  

Debit Waduk Menurun, Amsakar Siapkan Roadmap Air Baku Batam

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan langkah pemerintah menghadapi penurunan debit air baku di sejumlah waduk Batam. Foto. HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI
banner 120x600
banner 468x60

berita1.id, Batam – Persoalan air baku, sampah dan banjir menjadi tiga pekerjaan besar yang mendapat perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyebut ketiganya membutuhkan kerja bersama agar tidak menjadi persoalan yang terus berulang di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Amsakar saat bersilaturahmi dengan Persatuan Mubaligh Batam (PMB), Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM), dan Badan Musyawarah Guru Al-Qur’an (BMGQ) dari Kecamatan Batu Ampar, Bengkong dan Lubuk Baja di Masjid Baitul Makmur, Bukit Senyum, Kelurahan Kampung Seraya, Kamis (8/10).

banner 325x300

“Saya mohon tiga hal itu karena gampang membuat orang tergelincir, tapi kalau sudah didoakan, mudah-mudahan kami dijaga oleh Allah SWT,” kata Amsakar saat meminta dukungan para tokoh agama dalam menjalankan program pemerintah.

Pertemuan tersebut dihadiri ratusan perwakilan PMB, IPIM dan BMGQ dari tiga kecamatan. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan itu juga dimanfaatkan Amsakar untuk menyampaikan sejumlah persoalan yang tengah dihadapi Batam sekaligus mendengar aspirasi dari para tokoh agama.

Salah satu yang paling disorot adalah kondisi air baku. Amsakar mengatakan debit air di sejumlah waduk operasional Batam mengalami penurunan. Kondisi tersebut turut dipengaruhi cuaca dan fenomena El Niño.

Dari delapan waduk yang dimiliki Batam, tujuh di antaranya saat ini berstatus operasional. Penurunan debit di sejumlah waduk membuat pemerintah harus menyiapkan langkah agar pasokan air baku tetap terjaga.

Amsakar mengaku telah beberapa kali menggelar rapat bersama tim teknis untuk membahas persoalan tersebut. Pemerintah kini tengah menyusun peta jalan untuk mencari sumber dan skema pemenuhan air baku Batam dalam jangka panjang.

“Waduk kita delapan, tujuh yang operasional. Rata-rata di setiap waduk mengalami penurunan debit air. Sekarang saya rapat dua-tiga kali dengan tim lengkap supaya membuat roadmap bagaimana cara mendatangkan air baku masuk Batam,” ujarnya.

Menurut Amsakar, persoalan air tidak bisa hanya ditangani dengan langkah jangka pendek. Perencanaan yang lebih panjang dibutuhkan agar kebutuhan air masyarakat maupun aktivitas pembangunan tetap dapat dipenuhi.

Ia juga menanggapi informasi yang berkembang di tengah masyarakat yang mengaitkan berkurangnya air baku dengan masuknya sejumlah perusahaan baru ke Batam.

Amsakar menjelaskan, perusahaan yang baru masuk umumnya masih berada dalam tahap pembangunan instalasi dan gedung. Dengan kondisi tersebut, penggunaan air belum sebesar aktivitas operasional perusahaan yang sudah berjalan.

“Jadi cerita di masyarakat bahwa karena masuk perusahaan A, perusahaan B, perusahaan C, maka air kering, enggak ada kaitannya. Perusahaan yang baru masuk dan baru berinvestasi itu baru membangun instalasi, baru membangun gedung, belum ada memakai air,” katanya.

Ia pun meminta tokoh agama dan media ikut membantu menyampaikan informasi yang utuh kepada masyarakat. Menurutnya, persoalan yang dihadapi Batam perlu disikapi dengan informasi yang benar agar tidak berkembang menjadi kekhawatiran yang kontraproduktif.

“Ayolah kita kecilkan cerita-cerita yang kontraproduktif itu karena Batam membutuhkan energi bersama yang sifatnya saling memperkuat di antara satu sama lain,” ujar Amsakar.

Tak hanya air baku, persoalan sampah dan banjir juga masuk dalam perhatian pemerintah. Amsakar menyebut tiga persoalan tersebut menjadi pekerjaan yang membutuhkan dukungan banyak pihak, termasuk masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Amsakar juga mengingatkan jajarannya mengenai program prioritas pemerintah, salah satunya penyediaan seragam sekolah gratis bagi peserta didik.

Ia meminta perangkat daerah tidak lengah dalam memastikan program tersebut berjalan sesuai rencana. Amsakar bahkan meminta para pejabat yang hadir untuk saling mengingatkan agar pelaksanaan program tetap konsisten.

“Catatannya soal pakaian seragam gratis. Pak Sekda tolong diingatkan, Pak Kabag tolong diingatkan kembali. Sebab saya takut nanti setelah minggu depan, memori kita tak bisa menyimpan terlalu lama karena besok sudah ada agenda baru lagi,” katanya.

Amsakar berharap dukungan para mubaligh, imam masjid dan guru Al-Qur’an terus mengiringi pelaksanaan program pemerintah. Ia secara khusus meminta doa agar 15 program prioritas Pemko Batam dapat berjalan dengan baik.

Menurutnya, dukungan masyarakat dibutuhkan agar pemerintah dapat menghadapi berbagai persoalan pembangunan dengan lebih kuat.

Pertemuan tersebut ditutup dengan harapan agar persoalan air, sampah dan banjir dapat ditangani secara bertahap. Bagi Amsakar, tiga persoalan itu bukan hanya pekerjaan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat Batam. (*)

banner 325x300
Carousels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *