Batam-(Berita1.id))- Kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang melibatkan oknum petugas imigrasi di Batam kembali menuai sorotan publik. Praktik ilegal yang diduga menyasar wisatawan asing ini dinilai berpotensi merusak citra Batam sebagai salah satu gerbang utama pariwisata Indonesia.
Aktivis kemanusiaan Chrisanctus Paschalis Saturnus atau yang dikenal sebagai Romo Paschal menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Menurutnya, posisi Batam yang strategis, berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, menjadikan kota ini sebagai wajah Indonesia di mata dunia.
“Kasus seperti ini jelas berpotensi mencoreng citra. Batam adalah pintu masuk internasional, sehingga pengalaman pertama wisatawan sangat menentukan persepsi mereka terhadap Indonesia,” ujarnya, Rabu (01/04/2026)
Ia menekankan bahwa citra sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh adanya kasus, tetapi juga oleh bagaimana respons pemerintah dalam menanganinya. Transparansi, penegakan hukum yang tegas, serta perlindungan terhadap korban menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik.
Menurut Romo Paschal, aspek keamanan merupakan pertimbangan utama wisatawan dalam memilih destinasi. Jika kasus serupa terus terjadi tanpa penanganan yang jelas, maka kepercayaan wisatawan bisa menurun secara signifikan.
“Yang berbahaya bukan hanya kasusnya, tetapi jika ada kesan pembiaran. Itu yang bisa merusak kepercayaan secara luas,” tegasnya.
Meski demikian, ia optimistis kepercayaan publik masih dapat dipulihkan. Hal tersebut bergantung pada langkah cepat dan tegas aparat dalam menindak pelaku serta melakukan pembenahan sistem pelayanan.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Khusus TPI Kelas I Batam, Hajar Aswad, menyampaikan bahwa proses investigasi masih berlangsung dan menunggu hasil dari pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa sanksi tegas, termasuk pemecatan, dapat dijatuhkan apabila terbukti terjadi pelanggaran berat.
Kasus ini sebelumnya menyeret oknum pegawai imigrasi berinisial JS yang diduga bekerja sama dengan calo berinisial AC dalam praktik pungli terhadap wisatawan asing.
Peristiwa ini menjadi alarm serius bagi sektor pariwisata Batam yang tengah berupaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Di tengah upaya tersebut, integritas pelayanan di pintu masuk negara menjadi faktor krusial yang tidak bisa diabaikan.
Penanganan yang cepat, transparan, dan tegas kini menjadi kunci utama untuk menjaga citra Batam tetap positif sebagai destinasi wisata internasional.(SM)
Redaksi



















